Sebarkan berita ini:

DSC01871SEMARANG [SemarangPedia] – Karnaval Paskah Semarang 2016 diikuti sekitar 10.000 peserta dari sekolah-sekolah Katolik dan Kristen, baik negeri maupun swasta, serta perguruan tinggi, dan berbagai komunitas.

Karnaval Paskah terselenggara karena dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menjadi pioner pergelaran karnaval keagamaan lebih intens digelar sebagai agenda rutin.

“Kalau bisa, semua agama bisa menggelar karnaval-karnaval keagamaan semacam ini,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, di sela pergelaran Karnaval Paskah 2016 di Semarang, Jumat.

Supriyadi menjelaskan pergelaran karnaval keagamaan menunjukkan kreativitas masyarakat, seperti komunitas Kristen dan Katolik dalam memperingati Hari Paskah.

Karnaval budaya dan ogoh-ogoh juga digelar di Kota Semarang untuk memeringati Hari Nyepi yang bisa diikuti komunitas agama lain, termasuk Islam.

“Mungkin, memperingati Maulud Nabi bisa digelar juga karnaval keagamaan semacam ini, atau memperingati hari-hari besar Islam lainnya. Semua komunitas agama membuka diri,” katanya.

Dalam karnaval terlihat pernambilan beberapa kostum-kostum yang unik, kemudian puluhan mobil hias juga turut ambil bagian pada karnaval itu, termasuk komunitas sepeda motor roda tiga dari komunitas difabel.

Rute karnaval juga diperpanjang, dari tahun lalu hanya mulai Balai Kota Semarang hingga Lapangan Garnisun, pada tahun ini mulai Balai Kota Semarang sampai Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang.

Wakil Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016 Dewi Susilo Budiharjo mengungkapkan peringatan Paskah tahun ini diwujudkan penuh kebersamaan, seperti pembukaan posko kesehatan di enam titik.

“Ini menunjukkan kebersamaan. Bahwa tidak hanya satu agama yang hidup di Semarang, tetapi banyak agama. Bagaimana melayani seluruh masyarakat Kota Semarang,” katanya.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi menambahkan posko pengobatan gratis yang dibuka di enam titik dan tujuh Rumah Sakit (RS) itu untuk melayani masyarakat Semarang yang membutuhkan.

“Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan. Masing-masing posko bisa menampung sampai 300 pasien. Ini semua untuk warga Kota Semarang,” kata Rukma yang juga Ketua Panitia Karnaval Paskah 2016.

120
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>