Sebarkan berita ini:

9-bpjsSEMARANG[SemarangPedia] – Mulai tahun depan warga miskin di wilayah Kota Semarang bakal dimasukkan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk mendapatkan pelayanan gratis kelas III di sejumlah rumah sakit mitra BPJS.

Warga miskin di Kota Semarang hingga saat ini tercatat mencapai sebanyak 136.000 yang akan didaftarkan pada BPJS-Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari sumber dana APBD Kota Semarang.

Rapat Komisi D DPRD Kota Semarang dengan BPJS Kesehatan Cabang Semarang yang dihadiri 21 rumah sakit mitra, di gedung DPRD Kota Semarang, Selasa (8/11) telah menyepakati pelayanan kesehatan kepada warga miskin itu.

Wakil Ketua Komisi D, Anang Budi Utomo mengatakan warga miskin peserta BPJS itu, diutamakan bagi mereka yang selama ini belum tercover PBI Jaminan Kesehatan Masyarakat Kota (Jamkesmaskot) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kepesertaan warga miskin itu, lanjutnya, pada BPJS akan dibiayai dengan sumber dana APBD Murni 2017. Peserta BPJS bagi warga miskin dilakukan secara bertahap dengan kajian terlebih dahulu agar warga Semarang yang rawan miskin dan orang miskin baru, tetap tercover.

“Pemerintah Pusat telah menyarankan seluruh warganya bisa menjadi peserta BPJS hingga 2019. Namun perlu pengkajian agar tidak banyak yang tertinggal sehingga warga miskin bisa tercover semua,” ujarnya.

Menurutnya, dalam upaya untuk memasukkan warga miskin menjadi peserta DPRD mengundang BPJS Kesehatan dan seluruh rumah sakit mitra BPJS, sebagai upaya untuk menyatukan persepsi sehingga saat program berjalan, pelayanan kesehatan bagi warga miskin berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantoro R mengatakan warga miskin yang belum tercover Jamkesmaskot dan Jamkesda akan dimasukkan menjadi peserta BPJS hingga bisa memenuhi dalam mendukung progam Pemerintah Pusat sebelum 2019.

“Semua sudah disepakati Pemkot Semarang melalui dewan akan anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan. Ini adalah bagian dari komitmen Pemkot untuk menjamin biaya kesehatan warganya dan diharapkan bisa berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Hingga saat ini jumlah rumah sakit mitra mencapai 21 unit dan 242 puskemas, klinik serta dokter keluarga mitra BPJS di Kota Semarang.

Sementara nilai iuran yang diterima setiap bulan mencapai Rp42 miliar, sedangkan  klaim yang terbayarkan setiap bulan mencapai sebesar Rp147 miliar.

Di wilayah Kota Semarang jumlah warga miskin data Bappeda setempat menyebutkan sebanyak 379.848 jiwa, sedangkan mereka yang telah menerima PBI sebanyak 283.000 jiwa, sehingga masih terdapat 136.467  warga miskin yang belum tercover biaya kesehatannya.

120
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>