Sebarkan berita ini:

17-bus-transSEMARANG[ SemarangPedia] – Sebanyak 16 armada Bus Rapid Transit (BRT) Semarang segera dioperasikan, untuk memenuhi pelayanan angkutan Koridor V dan VI yang dijadwalkan mulai 1 Desember mendatang.

Badan Layanan Umum (BLU) yang dutunjuk Pemkot Semarang untuk mengelola BRT Trans Semarang itu, bakal menambah 16 armada bus untuk melayani Koridor V delapan unit bus dan Koridor VI delapan unit Bus hingga total 16 armada.

Kepala BLU BRT Trans Semarang Agung Nurul Falaq mengatakan untuk pelayanan Koridor V dan VI selama ini belum tersedia layanan bus dan hanya dilayani angkutan kota (Angkot), sehingga pengoperasian bus BRT dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat pada jalur tersebut.

Selain itu, lanjutnya, fasilitas umum shelter juga sudah disiapkan dan pengoperasian bus BRT dua koridor itu kini gencar disosialiasi baik di sekolah-sekolah, kampus dan warga melalui kelurahan dan kecamatan.

“Dalam pengoperasian awal Desember mendatang Bus BRT itu, belum ada tarif khusus, kalau pun digratiskan kemungkinan hanya berlangsung selama dua hari, setelah itu tarif berlaku sesuai kententuan,” ujarnya, Senin. (17/10)

Falaq yang juga sebagai Kasi Rekayasa Lalu-lintas Dishub Kota Semarang itu menuturkan rute Koridor V meliputi Meteseh – Pemuda – Anjasmoro – Dinar Mas – Prof Suharso – Gendong – Ketileng – Kedung Mundu – Tentara Pelajar – Mataram – Sriwijaya – Pahlawan – Menteri Supeno –  Simpang Lima – Pandanaran – MH Thamrin – Pemuda –  Bailkota – Tugu Muda – Sutomo – Kali Garang – Pamularsih – Kali Banteng – Sudirman – Anjasmoro – PRPP.

Sedangkan Koridor VI, dia menambahkan Unnes – Taman Diponegoro – RS Nasional Diponegoro, melalui Unnes – Banaran Raya – HR Hadianto – Menoreh Raya – Pawiyatan Luhur – Karangrejo Raya – Telaga Bodas Raya – Rajabasa – Semeru Raya – Sultan Agung – Taman Diponegoro – Teuku Umar – Setyabudi – Ngesrep Timur – Prof Sudarto – RS Nasional Diponegoro.

Sementara itu, pengamat transportasi Universitas Khatolik (Unika) Soegijapranata Semarang Joko Setiyowarno mengatakan aktivitas transportasi pelayanan BRT di Kota Semarang belum mampu menunjukkan menjadi pilihan masyarakat, sebagai moda transportasi massal terbaik, karena konsep perpindahan penumpang belum optimal.

Menurutnya, hingga saat ini keberadaan BRT belum menjadi pilihan masyarakat sebagai moda transportasi massal.

Rute BRT, dia menamabahkan yang ada di Kota Semarang hanya melewati jalan utama, sehingga masyarakat yang tempat tinggalnya tidak terjangkau angkutan tersebut lebih memilih menggunakan mobil atau motor dan ngkutan jenis lain.

“Konsep perpindahan penumpang tidak digarap serius, sehingga masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi. BRT  hanya melintas di jalan utama, tidak menjangkau pemukiman warga. Masyarakat itu berpendapat, jika dari rumah ke shelter naik kendaraan pribadi, ya mereka memilih kendaraan dibawa saja ke tengah kota sampai tujuan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Bus Trans adalah istilah yang digunakan untuk berbagai sistem transportasi umum yang menggunakan bus untuk menyediakan layanan lebih cepat dan lebih efisien.

Saat ini, BRT di Kota Semarang terkoneksi dengan kabupaten sekitar, meski hanya sampai di perbatasan yakni Kabupaten Semarang, Demak, Kendal, dan arah Grobogan.

Baru terlayani empat koridor yakni Koridor 1 rute Mangkang-Penggaron, Koridor II rute Terboyo-Sisemut Ungaran, Koridor III rute Pelabuhan Tanjung Emas-Akpol, dan Koridor IV, rute Terminal Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang. (RS)

440
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>