Sebarkan berita ini:

31-Perpustakaan1SEMARANG[SemarangPedia] – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Natsir mengatakan saat ini sekitar 701 hasil riset anak bangsa yang terkumpul di perpustakaan kemenristek belum dikenal publik.

Padahal, menurutnya, biaya penelitian itu menyedot dana anggaran yang cukup besar, namun belum mampu dirasakan rakyat luas.

“Selama ini penelitian tidak pernah dikenal dan hanya tersimpan di rak perpustakaan, padahal biaya mencapai senilai Rp1,8 triliun,” ujarnya usai launcing Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Semarang, (31/5).

Saat ini, lanjutnyar, pihaknya mulai berupaya untuk melakukan terobosan strategi dengan berbagai inovasi agar hasil riset benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

Beberapa produk penelitian di anataranya enzim untuk mengganti penyamakan kulit serta garam farmasi akan segera diproduksi massal.

“Selama ini enzim diimpor, dan akan diproduksi massal. Selain itu garam farmasi juga akan diproduksi di dalam negeri. Ini pertama kali ristek memulai untuk kebutuhan rumah sakit,” tuturnya.

Pada puncak acara Harteknas di Solo Agustus mendatang, kemenristek akan mengenalkan berbagai macam inovasi dari hasil penelitian.

“Tujuannya supaya masyarakat memanfaatkan teknologi ke depan untuk membangun ekonomi,” ujarnya.(RS)

66
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>