Sebarkan berita ini:

16-NarkobaSEMARANG[SemarangPedia]- Aparat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang kembali berhasil meringkus dua pengedar sabu di Kota Semarang, seiring komitmen Jawa Tengah menyatakan perang melawan peredaran narkotika dan obat terlarang.

Kedua pelaku itu terdiri Heri Y (47) warga Seroja Timur, Semarang dan D Pangestu (35) Warga Sedang Guwa Semarang, ditangkap aparat, Selasa. (16/8)

Para pelaku di tangkap dilokasi yang berbeda, saat tengah melakukan transaksi narkoba. Dari hasil pengembangan polisi dirumah masing-masing pelaku, polisi mendapati sejumlah barang bukti sabu, untuk tersangka Heri ditemukan  45 paket dengan total sabu seberat delapan gram sabu, sementara untuk tersangka D Pangestu ditemukan  10 paket sabu dengan 6, 5 gram, timbangan elektrik dan handphone.

Penangkapan kedua pengedar sabu setelah petugas mengetahui akan adanya transaksi narkoba di wilayah Kota Semarang.

Dihadapan polisi salah satu pengedar, D Pangestu mengaku sudah empat bulan melakukan bisnis haram.  Sabu tersebut di dapat dari salah satu napi yang mendekam di LP Kedungpane Semarang dengan sebutan Jepang.

“Untuk setiap transaksi pelaku mengambil barang di lokasi yang sudah ditentukan dan dijual dikalangan umum dan masih rekannya sendiri,” ujarnya.

Sementara untuk tersangka Heri Y, mendapatkan barang dari seseorang yang dikenalnya dengan cara bertemu langsung dilokasi yang sudah ditentukan.

“Setelah langsung ketemu di lokasi, dengan pemasoknya, saya tahu orangnya tapi tidak tahu rumahnya,“  tuturnya

Menurut Kepala Kepolisian Kota Besar Semarang Kombes Burhanudin, hasil catatan Aparat Kepolisian sudah 55 kali tersangka narkoba yang ditangkap yang berhubungan napi dalam lapas.

“Saat ini petugas mesih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan instansi terkait terutama Kemenkumham Propinsi Jawa Tengah, guna mengungkap peredaran narkoba yang dikendalikan melalui dalam Lapas,” ujarnya

Dia mengatakan atas perbuatannya kini kedua pelaku pengedar sabu mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Semarang dan dijerat dengan pasal undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara serta denda Rp800 juta. (HN/RS)

369
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>