Sebarkan berita ini:

balaikota-semarangSEMARANG[SemarangPedia] – Perusda Percetakan dan Rumah Potong Hewan (RPH) serta Budidaya Hewan Potong (BHP), akan dipilih menjadi pionir pembentukan Perusahaan Induk (Holding Company) milik Pemkot Semarang.

Ketua Pansus II, Pendirian Perusda Holding Company PT Bhumi Pandanaran Sejahtera, Anang Budi Utomo mengatakan pilihan perusda itu karena dinilai kedua perusda tersebut saat ini dalam finansial keadaan sehat

“Pemkot berencana akan membentuk holding company atau perusahaan induk untuk sejumlah perusda. Tahap pertama yang masuk induk perusahaan perusda percetakan, RPH dan BHP,” ujarnya saat menijau Perusda Percetakan di jalan Supriyadi bersama rombongan.

Saat ini, lanjutnya,  nilai aset kedua perusda itu mencapai senilai Rp15 miliar dan bakal diusulkan untuk mendaoatkan penyertaan modal sebesar Rp10 miliar, sehingga sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi perusahaan induk.

Menurutnya, pembentukan perusda induk sebagai uopaya untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki Pemkot secara maksimal, mengingat pemkotdapat  mengoptimalkan dan memanfaatkan aset-asetnya.

”Perusda diharapkan manajemennya tidak ada permasalah, ke depan menyusul kemungkinan Taman Margasatwa Mangkang, BRT, Lapangan Golf Gombel, Manyaran Indah, dan akan terus berkembang,” tuturnya.

Seperti diketahui Pemerintah Kota Semarang bakal membentuk Induk Perusahaan (Holding Company), sebuah badan usaha utama yang membawahi beberapa perusahaan daerah (BUMD), sebagai upaya untuk menggarap peluang  di berbagai sektor.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti pernah mengatakan  Holding Company  kini sengat dibutuhkan untuk menggarap segala potensi di wilayah Kota Semarang yang dapat memberikan kontribusi keuntungan PAD.

“Kota Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah, memiliki potensi yang luar biasa, mengingat lokasinya sangat strategis berada di tengah Pulau Jawa dan menjadi lintasan antara DKI, Jabar dan Jatim,” ujarnya.

Mbak Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang itu menuturkan dengan memiliki induk perusahaan diharapkan sejumlah perusahaan daerah dibawah naungannya dapat menangkap peluang usaha yang menguntungkan ke depan.

Saat ini, lanjutnya,  banyak peluang usaha di berbagai sektor yang berpotensi di antaranya bidang  industri, pariwisata, migas, dan lainnya di wilayah Kota Semarang.

Beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang dimiliki Pemkot Semarang saat ini dinilai belum mampu menggarap secara optimal potensi usaha itu.

“Dengan demikian, perlu dimasukkan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). Bahkan dari Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Semarang telah memberikan sinyal yang positif dan akan diproses dalam waktu dekat,” tutur mantan Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) itu.

Menurutnya, jika dapat masuk pada Prolegda 2016, sudah dapat dipastikan pada 2017 Induk Perusahaan yang berhasil dibentuk dapat langsung berjalan.

Dia menuturkan untuk membuat induk perusahaan relatif mudah sebab perusahaan tidak berdiri sendiri melainkan sebagai wadah bagi anak perusahaan lainnya.

“Upaya  kami hanya memprioritaskan untuk meningkatkan PAD,  selain memberikan kesejahteraan bagi warga Kota Semarang,” tuturnya.

741
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>