Sebarkan berita ini:

PATUH CANDISEMARANG [SemarangPedia] – Operasi Patuh Candi 2016 yang di gelar petugas gabungan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polisi Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Dinas Perhubungan serta Kejaksaan guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas serta transparansi dalam penindakan pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Catur yang memimpin Operasi Patuh Candi 2016 mengungkapkan, pada operasi kali ini pihaknya bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Kota Semarang. Kerjasama ini dilakukan untuk melakukan sidang ditempat terhadap para pelanggar yang terkena tilang.

PATUH CANDI 3

“Sidang ditempat ini dilakukan langsung di lokasi penilangan. Agar masyarakat bisa melihat langsung jalanya persidangan serta membayar denda sesuai aturan berlaku, ini kita lakukan untuk membuktikan kepada kemasyarakat bahwa dalam pindakan semua berjalan dengan transparansi,” tegas Catur di sela – sela memimpin Operasi Patuh Candi 2016.

205 pengendara roda dua dan roda empat terjaring pelanggaran kelengkapan lalulintas jalan. Para pelanggar yang ditindak tegas dengan cara ditilang langsung menjalani sidang ditempat.Terdiri 186 pengendara ditilang kepolisian terkait pelanggaran kelengkapan STNK, 32 pengendara roda empat terkait SIM, termasuk 17 pengendara roda dua dan Dishub menilang 19 terkait kelayakan.

Sidang ditempat dengan dipimpin olah hakim dari Pengadilan Negeri Semarang, Sigit Hariyanto. “Operasi Patuh Candi yang telah dilaksanakan sejak tanggal 14 Mei 2015 kemarin juga telah banyak memberikan tindakan tegas terhadap pelanggarnya. Pelanggaran didominasi tidak memakai helm, disusul dengan kelengkapan surat-surat,” imbuhnya.

Pada saat razia berlangsung ada juga pengendara roda dua nekat menerobos untuk menghindari pemeriksaan petugas. Dan petugas pun berhasil menghentikannya setelah pengendara oleng dan terjatuh. Pengendara bernama Oki Susanto, warga Lamper ini nekat menerobos lantaran takut diperiksa petugas karena tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) saat ditanya semarangpedia.com.

PATUH CANDI 1

“Saya takut pak, karena ngak punya SIM sama KTP, motor saya ditahan sama Pak Polisi dan suruh hubungi keluarga untuk mengurus ini,” ungkap pemuda yang mengendarai roda dua bernopol H 6251 KZ.

Pelanggaran juga dilakukan oleh pengendara roda empat, pasalnya laki-laki yang mengendarai mobil jenis Mercedes bernopol B 999 SA ini tak mengantongi SIM. Meski sempat terjadi adu mulut akhirnya turun dari mobilnya dan mengakui kalau dirinya bersalah. Selain itu petugas juga mendapati mobil dengan plat nomer R 411 MU, ternyata plat mobil tersebut sebenarnya bukan itu.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Catur mengharapkan serta dukungan dari masyarakat agar Operasi Patuh Candi 2016 bisa berjalan sesuai harapan. “Demikian juga adanya perubahan peningkatan kesadaran keamanan, ketertiban berlalulintas agar terciptanya Menuju Indonesia Tertib Bersatu Keselamatan Nomer 1,” pungkas Catur.

232
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>