Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] –  Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 28 kabupaten/kota masuk dalam potensi rawan longsor, sehingga wilayah tersebut diminta untuk melakukan tahapan tanggap bencana.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Puryono mengatakan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terdapat 28 kabupaten/kota termasuk rawan longsor.

Menurutnya, sebanyak 28 kabupaten/kota itu terdapat ratusan titik rawan longsor yang tersebar di beberapa kecamatan dan desa.

“Potensi rawan longsor terdapat di 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rincian 2.024 desa dari 280 kecamatan yang memiliki titik-titik potensi rawan longsor. Untuk itu, kami minta masyarakat harus mewaspadai,” ujarnya, di Semarang.

Dia menuturkan pihaknya telah melakukan sejumlah tahapan tanggap bencana untuk mengantisipasi terjadinya korban bencana longsor.

Sejumlah tahapan yang telah dilakukan, lanjutnya, memberikan mitigasi kepada kabupaten/ kota yang menggunakan overlay (prosedur dalam analisis sistem informasi geografis berupa grafis peta) potensi kebencanaan, pemasangan alat deteksi dini, dan sosialisasi menggunakan teknologi informasi.

“Sosialisasi terus kami lakukan. Misalnya, masyarakat diminta mewaspadai jika curah hujan mencapai diatas 500 mm/bulan itu berpotensi longsor. Selain juga jika terjadi curah hujan tinggi tiga jam berturut-turut tanpa henti maka masyarakat harus siap-siap waspada,” tuturnya.

Saat mereka melihat aliran keruh, dia menambahkan di sungai dan jika tiba-tiba muncul mata air maka harus diwaspadai dengan siaga tanggap darurat. (RS)

157
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>