Sebarkan berita ini:

Pengunjung mengamati karya foto dalam pameran Semarang Punya Cerita di Galeri Semarang, Semarang, Sabtu (31/5) malam.SEMARANG [SemarangPedia] – Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang menggelar lomba fotografi yang bertajuk “Momentum” pada 28 Mei hingga 19 Juni 2016 di Galeri Semarang, Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah.

“Sebanyak 30 karya fotografi dari 30 jurnalis foto dari sejumlah media di Semarang dan sekitarnya kami tampilkan dalam pameran tersebut,” kata Ketua Pameran Foto Momentum, Prasetya WD di Semarang, Kamis (26/5).

30 karya dalam pameran, kata dia, menampilkan beragam peristiwa penting dan fenomena unik yang pernah menjadi peliputan dari para anggota PFI Semarang.
Prasetya mengatakan, karya-karya seperti momen pergantian kepala daerah, banjir, abrasi, hingga peristiwa terkini dalam konflik lahan di kawasan Kebonharjo tak luput menjadi materi dalam pameran foto Momentum.

Selain 30 karya fotografi dalam pameran Momentum, lanjutnya, PFI Semarang juga menampilkan 50 karya terbaik dalam lomba fotografi “Semarang Punya Cerita #2″.

Sebelum acara ini berlangsung, kata pria yang akrab dipanggil Pras, PFI Semarang telah menyeleksi sekitar 400 karya dari pelaku hobi fotografi.”Seleksi tersebut memunculkan tiga juara yang akan kami umumkan pada pembukaan pameran yang akan berlangsung pada Sabtu malam, 28 Mei 2016,” kata dia.

Tidak hanya pameran foto, PFI Semarang juga mengadakan workshop fotografi yang digelar secara gratis dan terbuka untuk khalayak di Semarang dan sekitarnya.

“Workshop yang kami adakan membahas tentang foto jurnalistik dan kiat memproduksi buku foto secara mandiri yang akan diiisi oleh wartawan foto Harian Kompas Raditya
Mahendra Yasa dan jurnalis foto lepas yang juga penulis buku Boy T Harjanto asal Yogyakarta,” kata Prasetya.

Sementara itu, Ketua PFI Semarang, Maulana M Fahmi mengatakan acara yang diadakan PFI Semarang ini dalam rangka memeriahkan rangkaian acara HUT Kota Semarang ke-469 dan meningkatkan gairah masyarakat Semarang di bidang fotografi.

“Selain itu, melalui pameran dan lomba fotografi ini kita dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa, lokasi, ataupun fenomena unik yang sebelumnya belum diketahui secara luas oleh masyarakat,” kata pria yang sehari-hari bertugas sebagai pewarta foto Harian Suara Merdeka itu.

147
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>