Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) perusahaan BUMN, di usiannya yang ke-32 semakin memperkokoh core business-nya untuk terus membangun dan mengelola kawasan industri.

Direktur Utama PT KIW Rachmadi Nugroho mengatakan KIW yang selama ini membangun dan mengelola kawasan industri (KI), layak berada di garda paling depan memanaskan sekaligus menggerakkan perekonomian tidak hanya di daerah tetapi juga nasional.

Kawasan industri di Indonesia, lanjutnya, masih menjadi andalan sebagai salah satu cara paling efektif untuk menarik investasi, menyediakan lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian dan mendorong daya saing pasar.

Menurutnya, KIW yang menginjak usia 32 tahun pada 7 Oktober 2020, tetap berkomitmen untuk ikut ambil bagian membangun negeri dan meningkatkan perekonomian melalui pembangunan dan pengelolaan kawasan industri.

Sementara itu, Direktur Operasional PT KIW Ahmad Fauzie Nur menuturkan memasuki usia ke-32, KIW semakin memperkokoh core business-nya untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi nasional dengan menjalankan penugasan pemerintah membangun dan mengembangkan Kawan Industri.

Tidak hanya KI di Semarang, tutur Fauzie, KIW siap ikut mengembangkan Kawasan Industri Brebes (KIB), sesuai Perpres 79 tahun 2019 dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

“Pembangunan KIB dan KITB ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pada 30 Juni 2020 lalu,” ujarnya, Rabu (7/10).

Pembangunan Kawasan Industri Brebes yang membutuhkan lahan mencapai seluas 3.976 hektare itu bakal menelan total anggaran sebesar Rp13,985 triliun berasal dari APBN dan kerja sama pemerintah dan badan usaha. Porsi terbesar APBN mencapai senilai  Rp9 triliun.

Sedangkan lokasi KIB meliputi wilayah Kecamatan Losari, Kecamatan Tanjung, dan Kecamatan Bulakamba. Lokasi yang direncanakan sebagai KIB tersebut sudah ada sejumlah infrastruktur pendukung. di antaranya ruas Tol Trans Jawa, Jalan Nasional Pantura Cirebon-Semarang, Jalan Nasional Tengah Pejagan-Prupuk, Jalan Lingkar Utara Brebes-Tegal dan Pelabuhan Tegal dan Cirebon.

Sementara KIT Batang mulai dibangun di atas lahan seluas  4.300 hektare yang telah dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo pada 30 Juni 2020 lalu itu, terintegrasi dengan jalur kereta api dan terletak di sisi utara Tol Trans Jawa.

Pembangunan KIT Batang mengusung konsep ‘The Smart and Sustainable Industrial Estate’ dan dibagi ke dalam dua tahap pengembangan. Tahap pertama adalah pengembangan 450 hektare lahan, kemudian tahap selanjutnya meliputi keseluruhan wilayah seluas 4.300 hektare.

KIT Batang ditargetkan menjadi kawasan industri percontohan kerja sama antara pemerintah dengan BUMN, dengan konsep infrastruktur dasar dan pendukung disediakan oleh pemerintah. Infrastruktur meliputi akses jalan untuk tol dan non-tol, penyediaan air baku dan air bersih, kereta api, listrik, gas, terminal kontainer darat (dry port) dan pelabuhan.

Fauzie optimis hadirnya kawasan industri di pantura Jateng itu diharapkan akan menjadi engine of growth perekonomian Indonesia yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia

Rachmadi Nugroho mengatakan bahwa seluruh aktifitas dan proses pembangunan kawasan Industri tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“KIW tetap terus mendukung program-program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian sekaligus fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat akibat pandemi Covid-19,” tutur Rachmadi. (RS)

22
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>