Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kota Lama Semarang, salah satu tempat peninggalan jaman Penjajahan Belanda yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lampau. Kehadiran kanal-kanal air serta deretan bangunan tua dengan arsitektur bergaya art decomenjadikan kota ini disebut sebagai miniatur negara Belanda (little Nedherland).

Berikut ini adalah empat bangunan tua populer yang patut Anda kunjungi saat berlibur ke kota Semarang, deperti yang dilansir www.Majalahasri.com

 

  1. Gedung Marba.

Gedung Marba Nama yang merupakan kepanjangan dari Marta Badjunet disebut Marba,  kependekan dari Marta Badjunet si saudagar kaya dari Yaman yang memprakarsai berdirinya bangunan ini. maka untuk mengenang jasanya, bangunan ini diberi nama Marba.

Bangunan ini pernah digunakan  untuk kantor usaha pelayaran Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL), kemudian diubah menjadi toko modern dan kini digunakan untuk gudang.

Dilihat dari ornamen dekorasinya, bangunan ini mulai meninggalkan gaya neoklasik dan mengadopsi arsitektur tropis Hindia Belanda. Material bata, kayu, dan sedikit besi tuang menjadi ciri khas bangunan ini. Setiap elemen seperti kolom dan jendela memiliki bentuk yang simetri dan ditata

  1. Tugu Muda

Monumen ini dibangun pada tahun 1951 untuk memperingati pertempuran Lima Hari di Semarang. Tugu berpenampang segi lima ini dibuat dari batu yang dikerjakan oleh Salim dan memiliki relief pada landasannya yang dibuat oleh seniman Hendro. Kesan megah pada tugu ini diperkuat dengan adanya kolam hias, taman, dan bangunan publik yang penting di sekelilingnya diantaranya Lawang Sewu.

  1. Lawang Sewu

Lawang Sewu yang dibangun pada tahun 1904 dan selesai tahun 1907, merupakan kantorNederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Bangunan ini dirancang oleh Prof. Klinkkmaer dan Quendaq dengan arsitektur yang lebih modern. Masyarakat menyebutnya Lawang Sewu atau Pintu Seribu karena bangunan ini memiliki pintu yang banyak. Kini, bangunan ini dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia.

  1. Gereja Blenduk

Sebagai bangunan yang paling populer, Gereja Blenduk. Gereja ini dibangun pada tahun 1753 dengan bentuk segi delapan atau oktagonal dan memiliki atap berbentuk kubah besar berwarna merah bata berlapis perunggu serta memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk. Masyarakat setempat menjulukinya “Blenduk” karena bentuk atap kubahnya dan kini memiliki nama resmi GPIB Immanuel. Hingga saat ini gereja ini masih digunakan untuk tempat ibadah. (HN/RS)

296
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>