Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Sebanyak 23 sekolah menengah pertama (SMP) dan 17 Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Semarang masih melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP), karena belum siap ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Terdapat 40 sekolah yang masih UNKP, terdiri 23 SMP dan 17 Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan masih didominasi sekolah swasta,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di sela tinjuan hari pertama pelaksanaan UN tingkat SMP dan sederajat di sejumlah sekolah, meliputi SMP Negeri 5, SMP Cinde, SMP Muhammadiyah 3, dan MTs Negeri 1 Semarang, Selasa (2/5).

Meski masih ada SMP yang belum siap UNBK, dia mengakui kondisinya jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, karena hanya enam sekolah yang sudah siap melaksanakan UNBK.

“Kami ngejar yang sekolah negeri dulu karena tahun lalu hanya enam SMP yang UNBK. Tahun ini, hany 40 sekolah yang belum siap melaksanakan UNBK,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang masih UNKP, di antaranya SMP Pancasila Semarang yang berada di Jalan Brigjen Katamso karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Menurut Kepala SMP Pancasila Semarang Agus Mahardika, sekolah yang dipimpinnya merupakan sekolah “perjuangan” karena para siswanya memiliki latar belakang berbeda dengan siswa-siswa umumnya, yakni anak-anak kurang mampu yang beberapa di antaranya putus sekolah atau sambil bekerja.

“Bahkan, beberapa anak juga nyambi bekerja. Mereka ini kemudian kami rangkul agar mau melanjutkan pendidikan. Kami beri semangat mereka untuk menyelesaikan ujian dengan baik. Ada 14 siswa peserta ujian,” tuturnya.

Hal senada kepala TU MTs Al Hidayah, Gunungpati Semarang Dony Setiawan mengakui pihaknya juga masih melaksanakan UNKP yang diikuti oleh 60 peserta ujian, karena keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah tersebut.

“Bisa juga menginduk ke sekolah lain, namun kami khawatir siswa malah grogi dan bisa telat karena jarak ke sekolah induk jauh sekali. Akhirnya, kami putuskan tetap ujian pakai kertas seperti biasa,” ujar Kepala TU MTs Al Hidayah.

Namun demikian, lanjtnya, tidak ada kendala serius dalam pelaksanaannya, termasuk distribusi soal dan lembar jawab ujian.

“Pagi hari, kami mengambil soal ke Kantor Disdik Kota Semarang. Distribusinya lancar, termasuk jumlahnya tidak ada yang kurang. Siswa-siswi juga tidak ada yang terlambat datang ke sekolah,” tuturnya. (RS)

178
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>