Sebarkan berita ini:

12- Lukisan KopiSEMARANG[SemarangPedia]  – Sebanyak 45 pelukis seni rupa dari berbagai daerah di Jateng-DIY dipastikan bakal menampilkan hasil karya lukisannya yang menggunakan ampas kopi lokal sebagai pewarnaan alami pada pameran “One Heart for Second Hope”  .

Delapan puluhan karya lukis akan dipajang pada pameran seni rupa bertema kekerasan anak “One Heart for Second Hope” di Nest.co.lo.gy cafe di jalan Tambora Semarang  pada 20 Agustus mendatang.

Curator Mahmud Elqadrie mengatakan dipilihnya ampas kopi sebagai media pewarnaan memang bukan sesuatu yang baru. “Godfrey Caleb” seorang arsitek yang kebetulan secara tak sengaja ketumpahan kopi di atas kertas lukisannya, tiba-tiba menjadi inspirasi untuk karya lukisannya. Seniman itu mencoba mengkombinasi warna,” ujarnya di Nest.co.lo.gy Cafe, Semarang, Jum’at (12/8).

Sebetulnya, dia menambahkan, gambar yang bertema kekerasan anak dengan ampas kopi, hanyalah sebagai pandangan seniman. Namun, secara kebetulan mereka ingin mengangkat kopi lokal di tingkat pasar melalui seni lukis. Pameran ini murni menjadi misi kemanusiaan atas kasus kekerasan pada anak.

“Sebagian pameran lukisan yang terjual akan disisihkan untuk membantu anak-anak dan sosial melalui Yayasan Setara. Sebab, kekerasan dilihat sebagai cara pandang seniman, tidak hanya kekerasan fisik, tetawpi juga kekerasan budaya,” tuturnya.

Hampir 80-an karya lukisan dan patung dari hasil torehan mereka bakal dilelang dari harga minimal Rp10 juta dan maksimal Rp50 juta per bnuah. Pameran yang digelar selama beberapa hari itu rencananya bakal dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Beberapa pelukis bakal memamerkan hasil karyanya. Mereka datang dari Kendal, Semarang, Salatiga, DIY, Pati dan Surakarta. Soal tema merespon dari panitia dan Unicef, sedangkan seniman mengembangkan saja,” ujarnya.

Sementara, Direktur Program Yayasan Setara Ika mengatakan pameran bertajuk relief anak melalui seni sebagai penyadaran manusi lewat karya perupa dan pelukis, bukan mendapatkan persoalan finansial semata.

“Yayasan Setara konsen terhadap kasus kekerasan sejak dengan Unicef sudah sejak 2004, lalu hingga 2014 bekerja sama dengan Unicef dan kita kerja sama dengan Gubernur Jateng untuk pembukaan 20 Agustus mendatang,” tuturnya (RS)

160
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>