Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Satuan Resmob Polrestabes Semarang berhasil membekuk 5 orang pelaku perampokan karyawan distributor Gas LPG di Jalan Krakatau VIII, Karang Tempel, Semarang pada Senin (18/1) sekira pukul 07.54 WIB.

Satuan Resmob Polrestabes Semarang di backup oleh Subdit Jatanras Polda Jateng, memberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan empat orang pelaku di Jalan Raya Cikoneng Ciamis Jawa Barat.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan kelima perampok yang ditangkap, empat di antaranya merupakan warga Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurutnya, keempat pelaku irt terdiri Rahmat (40) Frans Panjaitan (37) Vidi Kondian (21) Maftuhi (26) berasal dari Lampung Tengah. Sedangkan satu orang yang diduga menjadi penunjuk jalan Moch Agus Irawan (39) Warga Bandarjo, Kabupaten Semarang.

“Pelaku ini kita tangkap dalam pelarianya di perbatasan antara Tasikmalaya dan Ciamis, tepatnya di Jalan Raya Cikoneng Ciamis Jawa Barat pada Kamis, (20/1/21) pukul 14.00 WIB, Saat itu para pelaku sedang berada di dalam mobil Sigra Nopol Z-1834-UA,” ujarnya dengan di dampingi Dir Krimum Komelbes Wihasto saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Jum’at (22/1).

Dia menambahkan usai merampok di Jalan Krakatau para pelaku membuang sepeda motornya di daerah Banyumanik untuk selanjutnya memesan mobil sewaan menuju Salatiga.

Perjalanan mereka dilanjutkan ke Yogyakarta masih dengan menggunakan mobil sewaan.

“Disebuah hotel Yogya komplotan ini membagi uang hasil kejahatan dan masing-masing mendapatkan Rp90 juta. Setelah itu mereka melanjutkan perjalananya ke Ciamis untuk menemui saudaranya,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana menuturkan setelah mendapatkan informasi keberadaan komplotan rampok ini di Pangandaran, Tim Resmob yang di BackUp Subdit Jatanras Polda Jateng langsung melakukan pengejaran dan dapat diketahui keberadaan korban.

“Saat keluar dari penginapan pada Kamis (20/1) sekira pukul 10.00 WOB kita buntuti saat mereka memutari Kota Ciamis dengan menggunakan mobil Sigra. Langsung kita sergap di tengah jalan diwarnai tembakan peringatan,” ujar AKBP Indra Mardiana.

Kelimanya dijerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolrestabes Irwan Anwar menghimbau kepada pelaku kejahatan untuk tidak melakukan aksi di wilayah hukum kota Semarang.

“Sekali lagi saya tegaskan jangan coba coba berbuat kerusuhan dan kriminal di wilayah hukum Polrestabes Semarang, saya akan tindak tegas,” tuturnya. (RS)

28
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>