Sebarkan berita ini:
Kendal Industrial Park
Kendal Industrial Park

SEMARANG[SemarangPedia] – Sedikitnya enam Kapupaten/kota di wilayah Jateng memiliki potensi unggulan, yang mampu menarik sejumlah investor menanamkan modalnya di berbagai sektor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan potensi besar dan memiliki banyak unggulan di wilayah enam daerah itu, Bahkan kini mereka tengah bersaing untuk mendapatkan predikat sebagai kabupaten/kota pro investasi.

Keenam daerah itu, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Boyolali, Wonogori, Kendal, dan Kota Tegal, sangat berpotensi dan sangat menjanjikan bagi investor menanam modalnya  untuk beberapa sektor.

“Saat ini, Jawa Tengah menjadi primadona dan diminati oleh investor, baik pengusaha domestik maupun pemodal asing, terutama enam daerah yang masuk nominator memperoleh predikat kabupaten dan kota pro investasi,” ujarnya,  Sri Puryono mewakili Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko pada Diskusi Panel Pemberian Penghargaan Kabupaten/Kota Pro Investasi di Hotel Grasia, Kota Semarang, Jumat (12/8).

Menurutnya, Jateng mempunyai banyak potensi unggulan yang mendukung untuk menarik investasi, karena kondisi geografis yang strategis, infrastruktur yang memadai seperti jalan tol, bandara, pelabuhan laut dan jalur kereta api.

Selain itu, lanjutnya, ditambah potensi sumber daya alam termasuk sektor pertanian, pertambangan dan energi yang melimpah. Disamping lahan yang tersedia cukup luas dan eksisting kawasan industri juga sudah siap.

“Jateng juga memiliki tenaga kerja yang koperatif dan terlatih baik dari politeknik, SMK maupun Balai Latihan Kerja. Tidak kalah penting adalah komitmen pemda mewujudkan regulasi kebijakan pro investasi,” tuturnya.

Menurutnya, Pemprov akan mendorong pemkab/kota dapat mengoptimalkan pelayanan kepada para investor, termasuk kecepatan pelayanan yang optimal. Selain itu, pemerintah provinsi berusaha membuka gerai investasi di berbagai daerah untuk mempermudah izin usaha.

“Kita akan terus mendorong semua perijinan bisa dilayani secara online, sehinga masyarakat tidak perlu ke Gerai Investasi, cukup melalui online yang prosesnya lebih cepat, efektif dan efisien,” ujarnya.

Pemprov Jateng, dia menambahkan juga kembali berupaya mendorong dan merangsang pemkab/pemkot agar dapat menarik pemodal di daerahnya, dengan melakukan penilaian peringkat terbaik untuk memilih daerah pro investasi pada tahun ini.

Langkah itu, lanjutnya, dilakukan untuk memicu peningkatan investasi di daerah, karena selama ini masih terkesan pendirian pabrik banyak hambatan, terutama munculnya restribusi yang tumpang tindih.

“Kendala bukan hanya soal perizinan, tetapi juga restribusi yang adakalanya nilainya lebih besar dari biaya resmi. Belum lagi perda lainnya yang diterbitkan semata hanya untuk mendongkrak PAD,  tanpa mempertimbangkan dampak buruknya bagi investasi,”  tuturnya.

Dengan pencanangan pro investasi setiap tahun itu,  paling tidak mampu mendorong adanya kesadaran yang mulai tumbuh di kalangan birokrat daerah, mengenai kepentingan menjaga iklim investasi yang kondusif.

Kegiatan penilaian pro investasi sudah dilakukan sejak 2005 dan dejumlah pejabat Pemkab/Pemkot baik Bupati, Walikota atau wakilnya bergantian dapat mempresentasikan potensi dan strategis mereka untuk menarik investor dengan berbagai kemudahan.

“Kabupaten yang  layak mendapat penghargaan untuk peringkat pertama sebagai daerah pro investasi, harus mereka memiliki keunggulan selain pada mekanisme teknis tahapan penilaian, survei di lapangan juga menunjukkan adanya peningkatan iklim investasi secara riil,” tuturnya.

Proses perizinan satu atap yang disediakan mampu memberikan pelayanan paling cepat, bahkan hanya enam jam dalam dari satu hari,  dengan biaya relatif murah. Pelayanan tersebut telah mampu menarik sejumlah investor menanamkan modalnya di daerahnya,. Itu juga kunci meraih predikat pro ivestasi terbaik.

Pada kegiatan pro-investasi pertama yang diselenggarakan 2005, peringkat pertama berhasil diraih oleh kabupaten Sragen dan pro investasi 2006 diraih oleh kabupaten Jepara. Kedua daerah yang pernah berhasil meraih peringkat pertama pro-investasi itu, kini tidak diperbolehkan ikut lagi menjadi peserta.

Kemudian kegiatan pro investsi 2007,  untuk urutan kedua di raih Kabupaten Cilacap, menyusul Kota Solo, dan juara harapan satu diraih Kota Tegal dan harapan kedua diraih Banyumas. (RS)

248
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>