Sebarkan berita ini:

29-gkjSEMARANG[SemarangPedia] – Sebanyak 600 jamaat gereja perwakilan dari sembilan Gereja Kristen Jawa (GKJ) tampil mengikuti Festival Pentas Seni Paduaan Suara, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88 yang digelar di Auditorium RRI, Semarang Jumat malam. (28/10)

Pesertanya tidak hanya datang dari wilayah Kota Semarang, namun juga dari luar Kota Semarang, seperti Demak,Kudus dan sekitarnya.

Menurut Ketua Panitia Yudho Prabowo, kegiatan festal pentas seni paduan suara itu digelar, sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan paduan suara di gereja, sekaligus menjalin rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kegiatan ini bersifat klaise dimana diikuti sembiloan Gereja Kristen Jawa, selain meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan paduan suara di gereja masing-masing,” ujarnya.

Sebelum acara festival paduan suara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88, terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang diikuti seluruh peserta paduan suara itu.

Kegiatan ini, lanjutnya, berkaitan dengan dua kegiatan yakni kegiatan nasional hari Sumpah Pemuda dan kegiatan gereja, sebagai kegiatan bulan keluarga.

29-gkj2Menurut salah satu peserta Lusi Ustadani, sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini, dimana dalam peringatan hari Sumpah Pemuda ke-88 perlu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang telah diikrarkan perwakilan pemuda diwilayah Indonesia pada 1928.

“Festival pentas seni paduan suara ini sangat bagus, dan kita perlu meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dimana pada waktu itu sudah diikrarkan para pemuda ditahun 1928 dan saat ini sebagai penerus bangsa harus komitmen,” ujarnya.

Meski dalam festival pentas seni paduan suara ini, dia menambahkan tidak ada nominasi juara, namun para perwakilan dari masing-masing gereja mampu memberikan tampilan yang terbaik. Pakaian yang mereka kenakanpun didominasi warna merah putih. Festival ini diharapkan mampu menjadi pilar persatuan dan kesatuan bangsa.

Dengan peringatan Sumpah Pemuda diharapkan pemuda-pemudi yang berjiwa muda untuk berfikir maju dan tetap mengedepakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Dia menuturkan generasi muda untuk terus menjaga persatuan yang dimaknai dalam bentuk sumpah oleh pemuda pada 1928. Salah satunya, dengan menjaga bahasa Indonesia yang menjadi bahasa pemersatu bangsa. (HN/RS)

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>