Sebarkan berita ini:

1- SEKOLAH SEMESTA 1SEMARANG[SemarangPedia] – Sebanyak delapan siswa SMA Asrama Bilingual Semesta Gunungpati Semarang harus mengurungkan niatnya menerima beasiswa untuk perguruan tinggi ke Turki, setelah muncul tudingan Pemerintah Turki sekolah semesta di Indonesia berafiliasi dengan Fetullah Gullen.

Kepala SMA Asrama Bilingual Semesta Mohammad Haris mengatakan telah menolak beasiswa yang diberikan pihak sekolah setempat dari pemerintah Turki.

Dia tidak memberikan banyak keterangan akibat masih hangatnya situasional pemerintah Turki yang terus bergejolak.

“Ya, mau bagaimana lagi situasinya sudah tidak memungkinkan. Apalagi pendaftaran kuliah di perguruan tinggi negeri kini telah ditutup,” ujarnya, Selasa (2/8).

Menurutnya, para lulusan sekolahnya harus melanjutkan ke perguruan tinggi swasta, karena tidak ada pilihan lain atau mereka harus rela menunda kuliah tahun depan.

Padahal, lanjutnya, para lulusan merupakan jawara olimpiade saint. Keputusan itu diambil setelah wali murid menyetujui memilih kuliah di perguruan tinggi swasta.

Seorang siswa putri asal Kudus yang seharusnya dikirim ke Turki pada 2016, saat ini bahkan terpaksa mendaftar kuliah di perguruan tinggi swasta. Begitu juga yang dilakukan ketujuh siswa lainnya.

Rencananya, pihak sekolah bakal menggelar pertemuan dengan Mendikbud RI Muhadjir Effendy untuk membahas polemik tersebut.

“Kita akan ketemu wali murid untuk menginformasikan perkembangan terakhir soal proses beasiswa ke Turki. Sudag terdapat rombongan orangtua yang datang memberi dukungan moril luar biasa buat sekolah kami,” tuturnya. (RS)

99
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>