Sebarkan berita ini:

4-buta-aksaraSEMARANG[SemarangPedia] – Kasus buta aksara di Jawa Tengah hingga saat mencapai 813.000 orang dan 67% di antaranya merupakan perempuan yang dipengaruhi faktor kultural.

“Perempuan mendominasi buta huruf, karena pengaruh budaya. Kalau warga miskin enggan belajar, namun lebih mengutamakan bekerja, khsusnya laki-laki dan diharapkan ke depan bisa mengubah mindset masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko  pada Peringatan Hari Aksara Internasional, di Lapangan Soepardi, Magelang,  Kamis (3/11).

Menurutnya, upaya memberantas buta aksara masih menghadapi kendala terkait kondisi objektif di lapangan seperti kurangnya motivasi belajar, rasa minder dan kondisi kemiskinan itu sendiri.

“Kondisi itu, mengakibatkan masyarakat yang sudah bisa membaca masih berpotensi kembali buta huruf. Apalagi mereka hanya bersekolah sebentar. Di samping itu, karena kemiskinannya, masyarakat yang buta huruf akan memilih fokus mencari nafkah dibanding meluangkan waktu untuk membaca,” tuturnya.

Dia menambahkan sejumlah upaya sudah dilakukan pemerintah untuk memberantas buta aksara melalui penyelenggaraan pendidikan nonformal program keaksaraan. Program itu meliputi keaksaraan dasar dan keaksaraan usaha mandiri.

Keaksaraan dasar, lanjutnya, merupakan program untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan masyarakat agar mampu membaca, menulis, berhitung, mendengarkan dan berbicara untuk mengomunikasikan teks lisan, dan tertulis menggunakan aksara dan angka dalam Bahasa Indonesia.

“Sedangkan keaksaraan usaha mandiri untuk meningkatkan kemampuan keberaksaraan melalui pembelajaran keterampilan usaha yang meningkatkan produktivitas perorangan maupun kelompok bagi peserta yang sudah mencapai kompetensi keaksaraan dasar,” ujarnya.

Dia mengatakan pemberantasan buta aksara harus dikaitkan dengan pemberdayaan, mengingat penyandang buta aksara pada umumnya masyarakat miskin. Dengan mengaitkan keduanya, diharapkan perekonomian masyarakat yang buta huruf bisa membaik dan ilmu yang sudah dapat diterima dapat diterapkan. (RS)

 

 

180
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>