Sebarkan berita ini:

29-THRUNGARAN[SemarangPedia] – Sebanyak sembilan perusahaan di Jawa Tengah diketahui hingga H-8 Lebaran belum siap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya, dan bakal terancam kena sanksi sesuai Permenaker No 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh Perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Tengah Wika Bintang mengatakan sanksi denda sebesar 5% dari total besaran THR keagamaan yang harus dibayarkan kepada pekerja. Sedangkan sanksi administrasi akan berdampak pada perpanjangan izin usaha perusahaan.

“Sembilan perusahaan itu berada di wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal dan Banyumas. Bahkan dipastikan mereka bakal terkena sanksi,” ujarnya di sela kegiatan pengecekan kesiapan perusahaan membayar THR di pabrik garmen PT Inti Sukses Garmindo (ISG), Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa. (28/6)

Dia tidak merinci identitas perusahaan mengingat belum ada kepastian ketidaksanggupan atau penundaan pembayaran THR dari perusahaan tersebut. Namun, pengaduan pekerja sembilan perusahaan itu menyatakan ketidaksiapan perusahaannya membayar THR.

Menurutnya, belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan (pembayaran THR) secara resmi. Namun, dari pengaduan para pekerja setelah sebelumnya menanyakan kepada perusahaan, ada sembilan perusahaan yang belum menyiapkan pembayaran THR.

Saat ini, dia menambahkan tengah dilakukan mediasi antara pekerja dengan managemen sembilan perusahaan bersangkutan. Mediasi difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota daeran bersangkutan.

Diaharapkan, lanjutnya, perusahaan tetap memberikan hak normatif pekerjanya sesuai waktu yang ditentukan, H-7 Lebaran. Pada 2015 tedapat 13 perusahaan yang meski terlambat namun tetap membayarkan THR kepada pekerjanya.

“Kami terus berupaya melakukan mediasi agar seluruh perusahaan dapat membayarkan THR kepada pekerjanya hak kewajiban,” tuturnya.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Semarang Sumardjito mengatakan pihaknya masih berupaya melakukan mediasi dengan perusahaan di wilayahnya yang diketahui belum siap membayar THR.

“Kami masih menunggu itikad baik perusahaan untuk membayarkan THR pekerja sebelum pihaknya menjatuhkan sanksi,” ujarnya.

259
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>