Sebarkan berita ini:

AICSEMARANG [SemarangPedia] – PT Apac Inti Corpora (AIC) perusahaan tekstil terbesar mulai melakukan inovasi pengembangan produk denim untuk bahan baku sarung, pakaian koko dan sejenisnya, setelah sebelumnya sukses memproduksi berbagai denim sebagai bahan baku jens, baju dan pakaian lainnya.

Staf Ahli –PR PT Apac Inti Corpora Rio Rianto mengatakan pengembangan produk denim sarung itu, sebagai upaya untuk meningkatkan penjualan pasar domestik, di tengah permintaan pasar ekspor mulai menurun sejak terjadi krisis global yang berkepanjangan.

Pada tahap awal, lanjutnya, denim bahan baku sarung itu masih diproduksi dalam volume terbatas dengan kapasitas 2.000 yard, mengingat denim sarung masih dalam penjajakan pasar hingga ke depan memungkinan kapasitas produksi akan ditingkatkan dengan volume tak terbatas.

“Kapasitas sejumlah mesin untuk memproduksi denim sarung cukup besar, mengingat mesin sudah tersedia yang sebelumnya untuk memproduksi denim biasa menjadi denim jenis strech sebagai bahan baku jeans,” ujarnya di Semarang, Selasa. (5/4).

AIC selama ini mefokuskan pada industri utama tekstil bahan baku garmen dan denim, selain gray kini mulai memproduksi denim untuk bahan baku sarung dengan corak yang menarik serta jenis lebih tipis dibannding bahan baku jens.

Menurutnya, jenis benang (cotton) dan denim hingga saat ini masih memberikan kontribusi terbesar dibanding jenis lain yang di produksi AIC baik untuk perolehan penjualan ekspor maupun pasar dalam negeri.

“Denim jenis sarung ini dipastikan bakal mampu mendorong pendapatan pasar domestik, yang sebelumnya bukan menjadi prioritas, mengingat fokus AIC produksinya sebagian besar untuk memenuhi pasar ekspor ke berbagai negara,” tuturnya.

Namun, dia menambahkan setelah pasar ekspor mengalami kelesuan akibat dampak dari krisis global yang berkepanjangan, perusahaan mulai mencoba menggarap pasar domestik dengan inovasi produk denim terbaru khusus sarung, bakaian kok dan sejenisnya.

Kalangan industri tekstil selain tetap berupaya meningkatkan kualitas, juga dituntut untuk melakukan pengembangan desain serta mampu membaca trend pasar baik ekspor maupun domestik, menyusul dampak krisis global hingga kini masih terus berlanjut.

Tidak dipungkiri memang, lanjutnya, aktivitas industri tekstil nasional saat ini masih mengalami gangguan cukup berat akibat kebijakan-kebijakan pemerintah tahun-tahun sebelumnya yang kurang mendukung.

Menurut dia, produsen tekstil kini semakin sulit berkembang dan tidak akan mampu bertahan jika tidak menerap strategi atau siasat yang jitu, mengingat berbagai pukulan yang dilancarkan dari kebijakan-kebijakan pemeritah tahun – tahun sebelumnya sangat terasa terutama biaya komponen operasional terus melonjak sangat tajam.

Kondisi itu, lanjut Rio, AIC menerapkan strategi dengan berupaya melakukan inovasi produk sebagai pengembangan dan tetap meningkatkan kualitas serta mulai mengarap potensi pasar domestik.

Saat ini perusahaan yang memiliki spidels (mata pintal) sebanyak 384.000 unit dan didukung sekitar 6.800 karyawan mampu memproduksi TPT tekstil sekitar 111.128 ton per tahun dengan berbagai jenis.“Kemampuan produksi bahan baku jens perusahaan tekstil yang berlokasi di Bawen itu terus merningkat hingga saat ini mencapai menjadi 6,5 juta meter/bulan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, perusahaan beberapa tahun sebelumnya juga telah menambah beberapa komponen mesin denim hingga saat ini terpasang mesin (laundry) tempat pencucian denim yang memiliki aktivitas dua jenis masing-masing stoning whosing serta enzine whoshing berkapasitas 200 piece/hari.

Rio menuturkan, selama ini ekspor hasil produksi tekstil AIC meliputi jenis denim, polyster yarn, polyster viscose, cotton yarn, polyster cotton yarn, vicose yarn dan merceised singed blends dengan negara tujuan terbesar Eropa dan Amerika Serikat.

172
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>