Sebarkan berita ini:

7-pelatihan-tbSEMARANG[SemarangPedia] – Penyakit Tuberculosis (TB) di Indonesia hingga saat ini masih menjadi permasalah kesehatan masyarakat yang belum dapat diatasi. Bahkan pada  2015 angka insiden TB di Indonesia mencapai 399/100.000 dengan perkiraan angka prevalensi 647/100.000 dan angka kematian TB-HIV sebesar 8,5 per 100.000 penduduk serta insiden TB-HIV sebbanyak 25 per 100.000 penduduk.

Program penangulangan TB di Indonesia selama 2015 telah berhasil menemukan dan mencatat semua kasus TB sebesar 129 per 100.000 peduduk dan pada hinga periode 28 Agustus 2016) sebesar 51 per 100.000 penduduk.

Angka penemuan kasus TB sebesar 33% itu, hampir mencapai target Nasional yaitu sebesar 34%, dan angka keberhasilan pengobatan untuk kasus baru dan kambuh sebesar 84% dari target 85%.

Kiki Ahmad Koordinator Sub Recipient TB-HIV Jawa Tengah 2 menuturkan guna menurunkan insidensi dan kematian akibat TB di Indonesia dibutuhkan komitmen kuat dari pengambil kebijakan dalam melaksanakan program penanggulangan TB.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya sebagai pelaksana program tingkat provinsi telah mengadakan pelatihan kader TB komunitas serentak pada 18 November hingga 5 Desember 2016 lalu di 13 daerah Kabupaten/Kota di Jateng.

Ke 13 daerah itu, meliputi  Pati, Kudus,  Jepara, Pemalang, Kota Tegal, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Purworejo, Wonosobo dan Purbalingga.

Semnatara M Sabardi Staff Advokasi Komunikasi dan Mobilitas Sosial TB-HIV Jawa Tengah menuturkan dari 13 Kabupaten/Kota masing-masing mengirimkan 48 peserta sehingga total 624 kader yang mengikuti pelatihan tersebut.

Sebagian besar, dia menambahkan para peserta yang dilatih sudah berpengalaman sebagai kader kesehatan di puskemas dan desa masing-masing.

Dalam pelatihan itu, para peserta diberi materi yang cukup untuk melaksanakan kegiatan penanggulangan dimasyarakat seperti informasi tentang TB, mendeteksi adanya suspek TB dan kontak serumah, pendampingan pasien, pembinaan Pengawas Menelan Obat, pengawasan pengobatan pasien dan monitoring pengobatan pasiendengan pencatatan dan pelaporan pasien.

Fasilitator dari SR TB-HIV Jateng saat memberikan pelatihan menggunakan metode pendekatan persuasif yang dikolaborasikan dengan tehnik pembelajaran orang dewasa, sehingga fasilitator secara  aktif melibatkan kader pada semua proses pembelajaran. (RS)

96
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>