Sebarkan berita ini:
Agus Jui Purmawan Ketua Tim Percepatan dan Pendampingan Pembentukan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren kerjasama LPTNU-Penabulu

SEMARANG[SemarangPedia] – Akademi Komunitas Berbasis Pesantren tidak hanya mendalami agama, tapi juga mengembangkan pendidikan berbasis keterampilan hingga lulusannya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Ketua Tim Percepatan dan Pendampingan  Pembentukan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren kerjasama LPTNU-Penabulu, Agus Jui Purmawan mengatakan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, mengatur bahwa Akademi Komunitas (AK) adalah bentuk perguruan tinggi, selain dari bentuk perguruan tinggi yang sudah ada yaitu universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik dan akademi.

Menurutnya, Akademi Komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi program Diploma.

“Jenis pendidikan vokasi program Diploma. Satu (D-I) dan/atau Diploma Dua (D-II) dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus,” ujarnya usai acara penutupan Sosialisasi & Lounching Akademi Komunitas Berbasis Pesantren dan Pameran Industri dalam rangka Ketahanan Nasional di Gedung Gradhika Pemprov Jateng, Semarang, Kamis (6/12).

Agus menuturkan peran pendidikan yang berorientasi keterampilan atau vokasi lebih strategis dalam mendorong terjadinya optimalisasi pendayagunaan potensi sumber daya yang berbeda-beda di setiap daerah.

“Melalui pendidikan tinggi vokasi diharapkan akan dihasilkan masyarakat (intelektual, ilmuwan, profesional, dan inovator) yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kepentingan bangsa,” tuturnya.

Pesantren,  lanjutnya, dengan semua potensinya yang sudah teruji selama ratusan tahun jika dikerja samakan dengan pendidikan tinggi dan industri maka bakal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

“Pesantren itu jika dikerja samakan dengan perguruan tinggi dan industri yang memiliki potensi pengembangan teknologi, pengetahuan dan inovasi, maka dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan mendorong ketahanan nasional melalui sektor industri berbasis keunggulan lokal,” ujar Agus.

Seperti diketahui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bekerja sama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Yayasan Penabulu mengadakan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas
Berbasis Pesantren, Dan Pameran Industri selama dua hari di Semarang.

Tujuan dari kegiatan ini di antaranya mensosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian Pendidikan Tinggi Akademi Komunitas yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat (swasta).

Selain itu, tutur Agus, meningkatkan komunikasi antara Industri dan Pesantren yang akan mendirikan Akademi Komunitas melalui Pameran Industri. Selanjutnya, membangun kesepahaman bersama antara Perguruan Tinggi Negeri, Industri dan Pesantren yang akan mendirikan Akademi Komunitas.

Selain kegiatan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, Dan Pameran Industri mengundang Pemerintah Propinsi, Pelaku Industri, Perguruan Tinggi, serta 99 Pesantren dari seluruh Kabupaten/kota se-Jateng serta melakukan penandatanganan kesepahaman bersama antara LPTNU dengan 7 Perwakilan Industri dan 7 Perwakilan Perguruan Tinggi untuk mendukung Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren. (RS)

 

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>