Sebarkan berita ini:

26- Ganjar PranowoSEMARANG[SemarangPedia] –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghimbau warganya tidak perlu takut dengan munculnya aksi teror bom apapun bentuknya, termasuk bom bunuh, menyusul terjadinya bom bunuh diri di Malpores Surakarta, Selasa pagi. (5/7)

Menurutnya, aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta Selasa pagi itu, bertujuan memprovokasi kerunan umat beragama, agar terpancing pada saat menjelanng Lebaran.

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat harus menyikapi secara santai dan tidak terpancing aksi terror yang menyesatkan, bahkan mereka senagja melakukan aksi pada H-1 Lebaran Idul Fitri 1437 H.

“Seperti apa selama ini kita sikapi pada segala bentuk teror. Kita katakan ‘kami rakyat Jateng tidak takut dengan aksi teror bom,” ujar Ganjar, Selasa (5/7).

Sejauh ini, pihaknya mengaku belum mendapat informasi dari mana kelompok pengebom tersebut. Masyarakat diminta menyerahkan sepenuhnya keamanan pada Polri/ TNI.

“Masyarakat tetap tenang, mari menyongsong lebaran dengan tetap mengedepankan kerukunan umat,” tuturnya.

Dia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan aparat berwenang, bila mengetahui hal-hal mencurigakan menyusul aksi bom tersebut. Segera laporkan ke aparat jika ada hal-hal mencurigakan biar ditindaklajuti, apapun itu.

Menurutnya, sistem pengamanan sudah berjalan baik, yang dapat terlihat dari penanganan polisi pada orang-orang yang dicurigai melakukan aksi kejahatan.

Dalam kejadian bom yang terjadi Selasa (5/7) sekitar pukul 07.15 WIB itu polisi sudah menegur dan akan menghentikan pelaku yang masuk di halaman Mapolresta. Namun, saat akan dihentikan, pelaku meledakkan diri sebelum masuk ke Markas. Pelaku tewas dan seorang petugas terluka.

“Saya kira dari kepolisian sudah waspada karena ketika pelaku akan masuk (ke Mapolresta) sudah ditegur,” ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Seperti diketahui aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta menewaskan seorang pelaku bom dan melukai petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) bernama Brigadir Bambang.

Kejadian itu bermula dari seseorang menerobos masuk pos penjagaan Markas Polresta Surakarta memakai sepeda motor Yamaha Mio hijau dengan nomor polisi AD 6136 HP dan mengenakan baju warna abu-abu.

Setelah menerobos pos penjagaan, tiba-tiba- motor itu berbalik arah kembali ke dekat pos penjagaan. Saat didatangi petugas, justri yang bersangkutan meledakan diri dan terjadi sekitar pukul 7.15 WIB. Mendengar ledakan itu, para petugas yang sedang apel pagi berhamburan mengamankan diri. (RS)

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>