Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ribuan masa gabungan dari para mahasiswa, organisasi masyarakat dan kalangan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jateng dan Kantor Gubernuran Jateng Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (7/10).

Mereka menolak RUU Omnibus Law dan UU Cipta Lapangan Kerja, serta kebijakan pemerintah yang dinilai memberatkan buruh dan rakyat. Aksi massa yang datang tanpa menerapkan protokol kesehatan, physical distancing memadati depan pintu gerbang kantor DPRD Jateng sejak siang hari.

Dalam orasinya mereka menolak disyahkan RUU Omnibus Law yang dinilai memberatkan kalangan buruh dan bakal semakin mensengsarakan rakyat.

Masa yang berasal dari gabungan buruh pekerja, organisasi masyarakat, hingga mahasiswa berbagai perguruan tinggi berdatangan di Jalan Pahlawan itudan  mulai menggelar aksi unjuk rasa sekitar pukul 12.25 WIB.

Aksi masa semula berjalan lancar, aman, meski dalam pengawasan ketat dari aparat Kepolisian Polda Jateng, Polrestabes Semarang, Kodim dan Satpol PP Jateng. Namun, menjelang sore aksi semakin sulit dikendalikan hingga mereka mendorong hingga merobohkan pintu gerbang besi DPRD Jateng dan berusaha masuk halaman DPRD.

Tidak hanya itu, aksi masa terus berubah tidak terkendali lantaran beberapa orang mulai memprovokasi dengan merusak tulisan kantor Provinsi Jateng dan DPRD Jateng yang terbuat dari alumuniun, pagar taman dan sejumlah pot bunga diporakporadakan .

Bahkan mereka mulai melempari batu, petasan asap,  ke arah petugas dan sejumlah mobil yang sedang di parkir di halaman DPRD dengan brural hingga banyak kaca mobil pecah dan lemparan batu juga mengenai sejumlah petugas.

Aksi masa yang tak terkendali itu, akhirnya terpaksa dibubarkan anggota Polrestabes Semarang dengan menggunakan water canon, meski sebelumnya mereka telah diingatkan untuk demo dengan damai dan baik.

“Mohon tenang, semuanya mohon tidak melempari ke dalam, yang ada di depan itu teman – teman kalian, jangan bertindak anarkis,” ujar Kapolrestabes Semarang Auliansyah Lubis.

Dari aksi masa yang mulai tidak terkendali dan sudah diberi peringatan, namun mereka tidak menghiraukan akhirnya petugas Kepolisian membubarkan paksa para pendemo tersebut.

Selain membubarkan aksi masa yang berubah ricuh, petugas juga mengamankan puluhan orang yang diduga menjadi provokator yang memicu aksi pelemparan batu tersebut.

Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis yang memimpin pengamanan unjuk rasa langsung merespon dengan menenangkan emosi para mahasiswa yang terus menghujat DPRD Jateng.

“Anggota terluka satu saat mengamamkan pintu gerbang Gubernuran. Satu mahasiwa terkena lemparan besi luka pada kepala. Saya perintahkan langsung dibawa ke Rumah sakit terdekat,” tuturnya.

Menurutnya, sekitar 100 masa yang diamankan kini masih dalam pemeriksaan petugas, mengingat mereka diketahui bukan dari kalangan buruh maupun mahasiswa. Namun ikut bergabung dalam aksi dengan melakukan berbagai anarkis.

“Untuk pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa dan para buruh itu, kami menerjukan sebanyak 600 personil, mengingat jumlah masa yang melakukan aksi jumlah cukup besar,” tutur Auliansyah Lubis. (RS)

32
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>