Sebarkan berita ini:

4-DemoSEMARANG[SemarangPedia] – Puluhan aktivis perempuan dan anak di Kota Semarang, menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Jln Pahlawan, Rabu siang (4/5). Mereka mendesak Presiden dan DPRRI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kejahatan Seksual dan keluarkan Perpu kebiri bagi pelaku kejahatan seksual.

Desakan itu dilakukan juga menyusul terjadinya aksi perkosaan yang dilakukan oleh 14 orang terhadap YY anak usia 14 tahun yang tewas di Bengkulu beberapa hari lalu. Di mana, korban tidak hanya mengalami kekerasan seksual, namun korban meninggal dan jasadnya dibuang di jurang.

Dalam orasinya, para aktifis menilai, kasus kematian YY akibat perkosaan yang dilakukan belasan orang yang tidak berperikemanusiaan itu menunjukkan perlindungan terhadap warga Negara masih lemah.

Dian Puspitasari, salah seorang pengunjukrasa mengatakan kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan terutama anak-anak di Indonesia sangat tinggi. Sementara di Propinsi Jawa Tengah pada 2015 hasil monitoring Lrc-Kjham mencatat dari 1.227 perempuan korban kekerasan, 839 korban atau 63,38% di antaranya akibat kekerasan seksual.

“Tingginya angka itu menunjukkan persoalan perlindungan anak semakin mengerikan  dan pemerintah belum siap dengan program dan kegiatan yang langsung menyentuh akar permasalahan,” ujarnya, di sela-sela orasi itu..

Dalam aksi damai yang digelar para aktivis di Jln Pahlawan itu berjalan lancar, bahkan mereka membentangkan poster bertuliskan Stop Kekerasan Seksual, hukum berat pelaku pemerkosa, selain itu mereka  juga mengajak warga yang melintas di kawasan itu untuk ikut mengawasi anak-anak agar tidak menjadi korban pemerkosaan. (rs)

 

89
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>