Sebarkan berita ini:

23-tpksSEMARANG[SemarangPedia]Aktivitas bongkar muat petikemas dan kunjungan kapal kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas bakal mengalami peningkatan, dan optimis sampai akhir tahun volumenya lebih besar dari tahun lalu.

General Manajer TPKS, Erry Akbar Panggabean mengatakan sepanjang  2016, aktivitas bongkar muat petikemas dan kunjungan kapal kontainer TPKS bakal meningkat, dibanding tahun lalu.

“Selain kenaikan bongkar muat petikemas itu, juga terjadi pada kunjungan kapal yang bakal mengalami peningkatan,” ujarnya, Jumat. (23/9)

Dia optimis TPKS sebagai terminal operator dibawah PT Pelindo III (Persero) itu, arus bongkar muat bakal mampu mencapai target hingga tahun ini sebanyak 658.352 TEUs, naik 7,6% dari yang terjadi pada 2015 hanya sebanyak 608.201 TEUs.

Keyakinan itu, lanjutnya, seiring adanya penambahan sejumlah fasilitas di TPKS di antaranya dua unit ship to shore crane hingga kini total menjadi tujuh unit, perpanjangan dermaga dengan total panjang 600 meter, dan perluasan lapangan penumpukkan petikemas seluas 237.490 m2.

Kinerja TPKS beberapa bulan terakhir ini  menunjukkan kenaikan cukup banyak dengan didukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang terus menggeliat naik.

“Sejak 2015, pertumbuhan sektor industri di Jateng, masih termasuk cukup tinggi di Indonesia, ini bisa dilihat dari banyaknya industri baru berdiri, relokasi dari daerah lain ke provinsi ini,” tuturnya.

Tidak hanya itu, dia menambahkan pembangunan sejumlah proyek insfrastruktur pun bakal memicu aktivitas bongkat muat di Pelabuhan Tanjung Emas, seperti proyek ruas tol Semarang-Solo dan tol Batang-Semarang, pembangunan Pembangikt Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang serta dan penghidupan kembali jalur kereta api dari Semarang Tawang, Semarang Poncol ke Pelabuhan Tanjung Emas.

Hingga akhir tahun ini dermaga TPKS juga sudah dapat untuk sandar kapal besar yang  memiliki panjang 200 meter, dari sebelumnya hanya kapal besar berukuran panjang 175 meter.

Menurutnya, dengan kunjungan kapal lebih besar bersandar merupakan hal positif bagi TPKS, karena pengiriman kontainer bisa lebih banyak dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bisa lebih meningkat, sekaligus untuk mendukung program Tol Laut.

Salah satu kapal yang pernah bersandar adalah MV Northern Diamond yang merupakan salah satu kapal terpanjang dan terbesar yang pernah melakukan aktivitas di TPKS dengan memiliki panjang 231 meter dan 36.007 Gross Tonnage.

Dia menuturkan untuk troughput TPKS mengalami tren positif dengan meningkatnya jumlah produksi 7% dan  tahun ini menetapkan target produksi handling peti kemas sebanyak 658.000 TEUs serta kemampuan melakukan dengan tiga kapal sekaligus, tentu menunjang kemampuan produksi TPKS untuk mencapai target tersebut.

384
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>