Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ratusan massa yang bergabung dalam Aliansi Remaja Tiga Masjid terdiri Masjid Agung Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Masjid Baiturrahman menggelar aksi Istigasah di kawasan Jalan baru Relokasi Pasar Johar di MAJT, Jumat (19/7).

Aksi Istigasah dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap merebaknya tempat hiburan  karaoke liar yang berdekatan dengan dekat Masjid Agung Jawa Tengah.

Dalam aksinya ratusan pemuda aliansi dari Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Semarang, Masjid Agung Jawa Tengah, dan Masjid Baiturrahman mengikuti Istigasah dengan khidmat yang diselingi dengan orasi dari perwakilan masing-masing organisasi.

Mereka dengan membawa sejumlah spanduk berbagai tulisan di antaranya , “Save area MAJT”, “Wisata Religi Yes, Wisata Maksiat no”, ‘Ayo Ngaji, ‘Kapan Tobat’ mewarnai aksi tersebut. Istigasah berjalan dengan aman dan tertib, di tengah ketatnya kawalan aparat Kepolisian.

Seorang sesepuh Masjid Kauman KH Azim Wasi’ mengatakan maksud tujuan kegiatan tersebut untuk mengetuk batin para penguasa dalam menjaga kebaikan yang ada di area masjid.

“Kami mengetuk batin para penguasa untuk memahami bahwa kami merasa terzalimi bila di dekat area tempat ibadah masjid terdapat ruang bagi kemaksiatan,” ujarnya.

Se,entara itu, Kader Masjid Agung Kauman, Indra Kurniawan mengharapkan pemerintah segera menutup prostitusi yang berkedok karaoke. Bahkan penyegelan yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang beberapa hari lalu hanya pada bangunan karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

Penertiban yang dilakukan Satpol PP itu, lanjutnya, bukan terkait prostitusi tapi hanya pelanggaran Perda terkait IMB saja, sehingga, meski sudah disegel tetap saja ada aktivitas hiburan itu,” tuturnya.

Ketua RISMA JT Anis Muchabbak menyayangkan adanya tindakan kemaksiatan di sekitar MAJT berbentuk karaoke liar. Pihaknya meminta Pemerintah tidak hanya melakukan penyegelan saja, tapi harus ditutup.

“Kami menuntut untuk menutup total. Karena MAJT merupakan masjid kebanggaan warga Jawa Tengah. Semua kegiatan kamaksiatan berkedok apa pun di seputar MAJT tidak diperbolehkan bahkan harus ditutup,” ujarnya.

Koordinator aksi Ahsan Fauzi menuturkan aksi Istigasah dan doa bersama ini sebagai bentuk dukungan untuk Pemkot Semarang serta aparat penegak hukum dalam rangka menertibkan dan menutup karaoke liar, prostitusi, dan perjudian di sekitar MAJT.

“Masyarakat sekitar MAJT resah, sehingga kami akan terus mendesak sepenuhnya kepada pemerintah untuk segera menutup tempat hiburan itu selamanya,” tututurnya. (RS)

39
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>