Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Anggota Dewan Pertimbangan (DP) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sukoharjo Choirul Rus Suparjo didampingi dua kuasa hukumnya mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, untuk memenuhi panggilan atas dasar pengaduan seseorang yang diduga berasal dari internal perguruan silat PSHT yang ada di wilayah Solo Raya.

“Saya datang ke Ditreskrimsus ini berdasarkan surat panggilan dan sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum, saya akan melakukan klarifikasi terhadap penyidik Ditreskrimsus. Tetapi  terkait  laporan atau pengaduan masalah apa saya juga belum mengerti,” ujarnya sebelum masuk ke ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun Raya, Banyumanik, Kota Semarang, Selasa pagi (28/7).

Meskipun yang membuat laporan atau pengaduan diduga masih internal seperguruan, namun dia tetap akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Choirul menduga pengaduan ke Ditreskrimsus Polda Jateng ini terkait konten video yang dibuat pada 2019 lalu. Menurutnya, pembuatan video itu bertujuan untuk kondusivitas negara saat itu.

“Pada saat itu ada yang mengklaim Parluh 17. Padahal sesuai AD/ART saat itu yang sah adalah Parluh 16. Dari situlah berakibat konflik hingga saling serbu,” tuturnya.

Dalam video tersebut, lanjutnya, untuk tidak saling serbu, karena hal ini merupakan kebodohan, dalam PSHT tidak mengajarkan hal seperti itu. Terlebih hal tersebut dilakukan oleh saudara seperguruan sendiri.

“Pagi ini saya klarifikasi dulu ke penyidik, setelah ini rencana akan Polda Jateng,” tuturnya. (RS)

48
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>