Sebarkan berita ini:

10-Bandara1SEMARANG[SemarangPedia] –  Otoritas Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang akhirnya membongkar 10 gerai milik vendor yang berada di area terminal dan lobi setempat sesuai keputusan direksi, setelah Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN mengevaluasi banaadara itu kategori semrawut.

General Manajer PT Angkasa Pura I, Priyo Jatmiko mengatakan penataan gerai itu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi ruang publik, mengingat  jasa penumpang yang menunggu kedatangan dan keberangkatan harus tersedia nyaman.

“Ruang tunggu yang belum memadahi menjadi PR kita untuk memberikan pelayanan terbaik di bandara dan kini sudah disosialisasikan kepada tenan-tenan pada sejak 24 Mei lalu,” ujarnya pada  konferensi pers di Bandara Ahmad Yani, Jum’at (10/6).

Menurutnya, majemen Angkasa Pura akan menambah kembali 440 unit dari 700 tempat duduk ruang tunggu yang sudah ada, mengingat ruang tunggu domestik tempat duduk sebelumnya terbatas.

Dalam evaluasi itu, lanjutnya, dikeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No 129 Tahun 2015 tentang pedoman penyusunan standar mininal dengan asumsi rasio fasilitas operational 70% dan fasilitas komersial maksimal 30%.

PT Angkasa Pura I Semarang segera memulai pembongkaran ruko maupun gerai mulai malam ini dan ditargetkan rampung sebelum posko Lebaran berdiri pada 24 Juni-17 Juli mendatang.

“Rasio operational pelayanan publik selama ini belum memadai. Namun, setelah pembangunan bandara selesai pada 2017, tentu standar minimal operasional 70% dan fasilitas komersial 30 % akan terpenuhi,” tuturnya.

Menteri Perhubungan tidak hanya melakukan evaluasi di PT Angkasa Pura I Semarang, melainkan evaluasi Bandara Ir Juanda Surabaya, Bandara Adi Sucipto Yogyakarta dan Bandara Ngrah Rae Denpasar.

“Penataan ruang publik dan ruang tunggu juga diberlakukan di 13 bandara lain. Evaluasi itu tidak hanya bandara kita saja,” imbuh dia.

Menurutnya, Menhub sempat menilai bandara Semarang terlalu banyak menampung gerai usaha dibandingkan ruang pelayanan tunggu penumpang, sehingga gerai-gerai saat ini akan ditata ulang kembali sesuai intruksi Menhub setelah melakukan kunjungan kerja dua bulan lalu.

“Para mitra usaha akan membongkar sendiri dan dibantu personil dari Bandara. Mereka pun tidak mempersoalkan atas penataan itu. Itu sesuai bunyi klausul perjanjian kontrak dengan manejemen Angkasa Pura,” ujarnyanya.

Selain membongkar gerai di lobi, Angkasa Pura juga akan membongkar area ruang tunggu domestik di dalam Bandara. “Ini dilakukan untuk calon penumpang bisa lebih nyaman menunggu jam penerbangan,” tuturnya.

Dia meyakini pembongkaran bakal berjalan lancar dan tidak ada tuntut menuntut dari pemilik gerai, karena  kontrak sewa antara gerai dengan direksi sudah tertuang dalam surat perjanjian.

Dari pantauan di lapangan, Bandara Ahmad Yani memang sudah tidak sanggup lagi menampung jumlah pengunjung. Bahkan area parkir sangat sempit yang mengakibatkan penumpukan arus kendaraan keluar masuk kendara.

Sementara, di lobi Bandara, pengunjung terlihat berdesak-desakan baik  di sisi kanan maupun kiri mereka berjejer di depan gerai-gerai makanan. (RS)

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>