Sebarkan berita ini:

28-AvantieSEMARANG[SemarangPedia]  – Desainer kondang, Anne Avantie terkesima melihat pameran lukisan terpajang disudut Cafe Nescology yang dihelat sejak 18-27 Agustus lalu, di Jalan Tambora Gajahmungkur Semarang. Perupa dan seniman dari berbagai daerah Jateng-DIY memamerkan karyanya dalam bentuk lukisan menggunakan ampas kopi.

Dalam acara tatap muka, Anne panggilan akrab Anne Avantie menekankan seorang seniman tidak perlu khawatir akan hal-hal yang berbau plagiat.

“Menjadi seniman tiak perlu ragu dengan para plagiator, sehingga untuk melawan mereka tidak perlu kalian susah-susah sewa pengacara untuk menghukum para plagiat, sampai akhirnya uangnya habis dan kalah. Rejeki sudah Tuhan yang mengatur jadi tak perlu risau,” ujar pelopor kebaya dress di Indonesia, Minggu (28/8).

Dia meminta seniman tidak sekedar menorehkan hasil karyanya, tetapi juga harus punya jiwa bisnis agar dapat bersaing ketat di dunia seni rupa modern.

Dengan begitu, dia menambahkan setiap pelukis perlu memiliki nilai tawar dimata orang lain agar karya-karyanya dihargai.

“Saya kira, seniman jangan lagi berpenampilan kusut. Apa kalian mau, lukisan karya kalian dipajang sebagus mungkin tanpa dibayar? kan ora ngono tho,” tuturnya. (RS)

116
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>