Sebarkan berita ini:

17-la-ninaSEMARANG[SemarangPedia] – Fenomena la nina yang berimbas pada anomali cuaca di Wilayah Pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa diprediksikan akan terjadi hingga akhir November. Bahkan rendahnya suhu permukaan laut membuat intensitas hujan cukup tinggi juga masih terjadi di beberapa daerah termasuk Kota Semarang.

Hujan yang mengguyur Kota semarang sejak beberapa pekan terakhir disebabkan terjadinya fenomena la nina di Samudera Pasifik. Turunnya suhu permukaan air laut menyebabkan cuaca tidak menentu. Panas di siang hari dan hujan cukup deras pada malam hari juga salah satu sebab anomali cuaca yang masih terjadi hingga Oktober ini.

Menurut Agus Sudaryanto Kepala Seksi Data dan Informasi BKG Semarang, fenomena la nina harusnya sudah berakhir pada September lalu, namun, ternyata fenomena itu diprediksi baru akan berakhir pada November mendatang.

“Tidak hanya menyebabkan intensitas hujan yang tinggi, akibat anomali cuaca ini juga riskan akan terjadinya bencana lain seperti tanah longsor atau bahkan banjir bandang,” ujarnya di kantor BMKG, Jalan Siliwangi Semarang.

Warga diharapkan lebih waspada mengingat pada Januari hingga Februari tahun depan frekuensi dan intensitas hujan di sepanjang pesisir pantuira lebih tinggi.

Seperti di ketahui, fenomena la nina adalah fenomena di mana suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik jauh lebih dingin di banding suhu permukaan Laut Indonesia. Selain Indonesia, fenomena la nina juga melanda negara yang terletak di sepanjang pasifik ekuatorial barat seperti, Malaysia dan Australia bagian utara. (HN/RS)

93
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>