Sebarkan berita ini:
Romo Aloysius Budi & Gus Nuril Arifin

SEMARANG[SemarangPedia] – Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang Gus Nuril Arifin meminta pihak aparat keamanan menindak tegas terhadap ormas Islam yang melakukan tindakan anarkis di pusat perbelanjaan, yang menghimbau Mall supaya tak memaksakan karyawan muslim memakai atribut Natal sebagaimana  Fatwa Haram Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya,  terkait fatwa haram MUI itu sifatnya tidak mengikat sebagai sumber hukum positif. Karena, sumber hukum positif itu merujuk kepada UUD 45 dan undang undang dibawahnya.

“Jadi fatwa MUI itu agama sifatnya intern bukan dalam kehidupan bernegara. Dalam kehidupan bernegara harus merujuk undang-undang positif. Jadi saya mohon aparat keamanan, jika ada ormas Islam yang melakukan anarkis yang melenceng kehidupan berbangsa dan bernegara, kepolisian harus berani menindak tegas,” ujarnya seusai Diskusi Toleransi Diskriminasi yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Propinsi Jawa Tengah (FWPJT) di Gedung Berlian DPRD Jateng lt 4, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (20/12).

Dia mengatakan jika aparat kepolisian tidak tegas terhadap pelaku anarkis dikahawatirkan akan menimbulkan persoalan baru.

“Jangan sampai ketidaktegasan aparat keamanan nantinya memancing elemen rakyat yang lain melawan, sehingga anarkis dibalas dengan anarkis. Ini berbahaya! Karena akan terjadi konflik horizontal,” ujar mantan jurnalis itu.

Dalam diskusi tersebut, juga hadir Romo Aloysius Budi menjadi pembicara. Menurut Romo Budi, pihaknya tetap menghargai Fatwa MUI terkait haram pemakaian atribut Natal dan  mengajak umatnya untuk tidak mudah terprovokasi, terpancing dan sakit hati.

“MUI mengeluarkan fatwa itu sebagai internal mereka, kami tetap menghormati. Yang terpenting kita tetap memupuk kehidupan berbangsa dan bernegara lebih baik,” tuturnya.

Seperti diketahui, MUI mengeluarkan fatwa nomor 56 Tahun 2016, tentang menggunakan atribut keagamaan non-Muslim. Dalam fatwa tersebut, MUI menegaskan bahwa hukum menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram.

Atribut keagamaan adalah sesuatu yang dipakai dan digunakan sebagai identitas, ciri khas atau tanda tertentu dari suatu agama dan atau umat beragama tertentu, baik terkait dengan keyakinan, ritual ibadah, maupun tradisi dari agama tertentu. (RS)

323
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>