Sebarkan berita ini:

apel-siagaSEMARANG [SemarangPedia] – Apel Siaga Menghadapi Bencana di Kota Semarang 2016/2017 yang di gelar Pemerintah Kota Semarang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjadi pembina Apel.

Pasalnya dalam apel tersebut berpesan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan masyarakat lebih waspada mengingat banyaknya bencana beberapa waktu belakangan di Kota Semarang.

Gelar Apel Siaga Bencana diikuti Dinas terkait seperti dari Dinas Pemadam Kebakaran, perwakilan rumah sakit seluruh Kota Semarang, Kepala SKPD, Camat dan peserta apel dari TNI/Polri, PNS, hingga relawan tanggap bencana, lebih dari 900 personil terlibat dalam kegiatan tersebut.

Hendi sapaan akrab Walikota menyampaikan, ada beberapa bencana yang paling sering terjadi di Kota Semarang yang memiliki topografi pantai, dataran rendah dan dataran tinggi.

“Saya menghimbau kepada seluruh warga harus tetap waspada pada musim penghujan seperti ini, untuk wilayah Semarang bawah waspada dengan datangnya banjir dan untuk Semarang atas juga harus lebih waspada dengan tanah longsor yang kerap terjadi belakangan ini,” ujarnya kepada media seusai memimpin apel siaga di pelataran jalan pemuda, Jumat (21/10).

sam_5479_20161021_085932

Menurut data yang dihimpun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, dalam satu tahun terakhir sudah terjadi banjir sebanyak 27 kali, puting beliung satu kali, 36 kejadian kebakaran, sedangkan tanah longsor terjadi 30 kali.

“Untuk musibah tanah longsor, baru saja kemarin kita kehilangan dua warga yang tertimpa reuntuhan rumah dikarenakan tanah longsong. Ini tentunya menjadi perhatian kita bersama agar lebih waspada,” tuturnya.

Yang harus diperhatikan lebih teliti lagi, lanjut Hendi, pohon yang usianya sudah tua perlu adanya pengawasan yang extra, pasalnya pohon tumbang yang juga telah merenggut korban jiwa.

“Saya meminta agar Dinas PJPR dan Dinas Pertamanan untuk secara berkala memeriksa pohon-pohon yang ada di Kota Semarang, agar pengguna jalan dapat merasa lebih nyaman dan aman saat melintasi di area yang banyak pepohonan yang besar dan berusia,” pungkasnya.

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>