Sebarkan berita ini:

17-umkSEMARANG[SemarangPedia] – Kalangan pengusaha insyaratkan aksi demo yang dilakukan pekerja akan mencederai mereka sendiri, karena perusahaan kalau merasa beban semakin berat bisa melakukan penutupan aktivitas produksinya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan demonstrasi yang dilakukan para buruh akan menciderai buruh itu sendiri, karena perusahaan bisa metutup aktivitas perouduksinya jika beban biaya operasional semakin membekak.

“Demonstrasi boleh saja, tapi tuntutannya harus mengacu pada regulasi pemerintah pusat dan kenaikan juga harus wajar,” ujarnya, Kamis. (17/11)

Menuruiynya, investasi di Jateng kini sedang diminati para investor baik domestik maupun asing, sehingga kondisi seharusnya dicipakan semakin kondusif dan sudah semestinya buruh tidak berlaku reaktif dengan tuntutan upah yang melebihi 10%.

Padahal, lanjutnya, dalam regulasi itu disebutkan bahwa kenaikan upah dalam setahun sebesar 8,25% yang berhitung pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Namun diyakini tuntutan para buruh berjalan damai dan tidak terjadi anarkistis,” tutunya.

Sementara Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng Aulia Hakim menuturkan para buruh tetap menolak adanya peraturan pemerintah yang akan dijadikan sebagai landasan penetapan UMP 2017. Pasal dalam PP tersebut, tidak melibatkan pekerja dalam penetapan usulan UMK dari Kabupaten/Kota.

83
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>