Sebarkan berita ini:

18-umkSEMARANG[SemarangPedia] – Kalangan pengusaha di Kota Semarang keberatan atas usulan upah Minimum Kota (UMK) Kota Semarang yang diajukan kepada Gubernur Jateng, karena dinilai sangat memberatkan usaha mereka.

Ketua Asosiasi Pengusaaha Indonenesia (Apindo)Kota Semarang Dedi Mulyadi mengatakan  usulan  UMK Kota Semarang yang diajukan kepada Gubernur Jateng besaran sangat memberatkan pengusaha dan bakal berpengaruh pada aktivitas produksi.

Menurutnya besaran usulan UMK pemkot untuyk 2017 sangat memberatkan dan memebani pengusaha, sehingga akan berpengarus pada meningkatnya biaya operasional dan bakal menurunkan aktivitas produksi.

“Kondisi ekonomi saat ini belum menunjukkan adanya peningkatan, sehingga pemerintah bisa mengusulkan sesuai aturan PP nomor 78 tahun 2015. Waktu rapat dewan pengupahan masing-masing mengusulkan besaran UMK, kemudian pemerintah mengeluarkan angka yang diusulkan. Saya tidak tahu bagaimana hitung-hitungannya,” ujarnya, Selasa. (18/10)

Berdasarkan PP 78 tahun 2015, lanjutnya, mekanisme upah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang saat ini rata-rata 8,4%.

“Setidaknya pemerintah mengikuti aturan agar menimbulkan kepercayaan bagi pengusaha dan investor. Kalau alasan jalan tengah ya sangat disayangkan dan sangat memberatakan kalangan pengusaha,” tuturnya.

Dia menuturkan Apindo menyerahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jawa Tengahhingga pada tahap pembahasan pada  dewan pengupahan provinsi yang diharapkan muncul angka yang sesuai dengan relalistis.

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>