Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Single Rolland Band “Juara” yang baru dilaunching 18 April 2019 lalu, menuai simpati publik rock tanah air.

Lagu “Juara” yang diciptakan oleh Petrus Rolland dan lirik hasil karya Dina Firli bergenre rock klasik itu membuktikan bahwa sebagai kampiun band rock yang lahir pada 1984 di Yogyakarta, Rolland Band masih digdaya.

Namun, siapa sangka dibalik aransemen lagu “Juara” itu, ada sosok yang berhasil mengantarkan pendengar menikmati dan menyukai lagu tersebut.

Sosok tersebut adalah Ari Sulistyono, aranger asal Kota Semarang yang berhasil menggarap aransemen lagu “Juara”.

Menurut Ari, sebelum mengaransemen lagu, terlebih dahulu harus tahu konsep, lirik dan isi lagu tersebut. Dari situ, baru dapat menentukan aransemen yang pas untuk dimasukan.

Ari Sulistyono

“Lirik lagu “Juara” itu kan penjabarannya sangat luas hingga saya kembangkan. Maka dari itu, lagu itu tidak saya buat cadas, karena kalau cadas murni justru tidak mengena,” ujarnya kepada semarangpedia.com.

Dalam lagu juara, tutur Ari, aransemen dari awal dibuat narasi begitu dalam yang menggambarkan isi cerita lagu itu.

“Ini lagu, banyak genre yang dimasukkan mulai dari intro, bait, ref, modulasi, melodi dan ending,” tutur pria kelahiran 5 Februari 1986 itu.

Aransemen lagu juara, pada bait pertama tidak dimasukkan unsur cadas tapi unplugged disambung rock British berubah lagi ke rock dan kembali ke ritmik dibarengi choir.

“Dari aransemen itu, emosinya begitu kuat, dan diakhir terdengar ornamen orkestra yang menambah nilai rasa semakin dalam,” ujar pria yang membuka sekolah musik dan memberikan les privat music tersebut.

Secara historis, pria ini berkecimpung di blantika musik di Kota Semarang sekitar 2005 silam.

“Pada 2006, saya mendirikan The Ring Band, dan mengikuti berbagai festival di Semarang maupun nasional. Bahkan, The Ring pernah mewakili Semarang dalam ajang Asian Beat di Jakarta,” tuturnya.

Seringnya mengikuti festival, Ari menuturkan dia mulai menekuni untuk membuat aransemen.

“Dari berbagai festival itu, saya mengenal bagaimana mengolah dan mengaransemen lagu. Dari situlah saya terus belajar dan menekuni hingga saat ini,” ujarnya. (RS)

 

199
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>