Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Perkembangan dunia kuliner semakin pesat dan cepat, bahkan banyak bermunculan olahan kuliner yang semakin bervariatif dan memberikan pilihan-pilihan menarik bagi penikmatnya. Hal ini juga ditangkap oleh Artotel Gajahmada Semarang sebagai salah satu kesempatan untuk meramaikan dunia kuliner khususnya di Kota Semarang.

Lia Retno Sumiar Hardini selaku General Manager Artotel Gajahmada Semarang mengatakan sebagai sebuah hotel yang mengusung konsep lifestyle dan kekinian, Artotel Gajahmada Semarang menghadirkan Grab To Go, Sebuah aneka olahan kuliner ala bintang lima yang dihadirkan dengan harga kaki lima.

Menurutnya, beberapa olahan Grab To Go yang disediakan hotel ini mulai dari minuman seperti Iced Coffee 101, Iced Coffee Gajahmada, Chocolate Enting-Enting, dan Teh Susu Gajahmada yang semuanya dihargai Rp 20.000 sudah termasuk pajak pelayanan, atau aneka makanan seperti Beef Burgerian, Asian Chicken Wrap, Beef Quesadillas, hingga French Fish Dip yang dijual dengan harga mulai dari Rp 45.000 sudah termasuk pajak pelayanan.

Semua olahan Grab To Go itu, lanjutnya, dapat dipesan masyarakat melalui layanan pesan-antar online atau dapat menghubungi langsung ke hotel. Grab To Go hadir sebagai salah satu pilihan kuliner masyarakat yang ingin menikmati masakan hotel tanpa harus datang ke hotel, memiliki harga terjangkau, serta mudah dibawa kemanapun bepergian.

“Kita ingin masyarakat tidak lagi takut dengan stigma bahwa makanan hotel akan selalu mahal dan memiliki porsi yang kecil. Grab To Go hadir untuk membantah itu semua. Masyarakat dapat memesan dan membuktikan sendiri bahwa dengan harga kaki lima pun kita bisa menikmati olahan makanan bintang lima,” ujar Lia Retno, Rabu (21/10).

Artotel Gajahmada berlokasi di Jln Gajahmada No 101 Semarang merupakan hotel desain yang terinspirasi dari karya seni, yang menampilkan karya asli para seniman kontemporer lokal Indonesia, seperti seniman Indonesia papan atas Eko Nugroho, serta 5 seniman kontemporer Indonesia lainnya, yaitu Diela Maharanie, Ummi Damas, Horestes Vicha, Bunga Jeruk, dan Zaky Arifin. Arsitektur hotel ini adalah karya arsitek Indonesia berkelas dunia, Andra Matin. (RS)

 

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>