Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Manajemen ARTOTEL Semarang membuka diri dan mengajak kalangan seniman muda Semarang dan sekitarnya, untuk menampilkan karyanya dengan menggelar pameran, diskusi maupun ngobrol bareng di hotel butik yang berlokasi di Jalan Gajahmada Semarang itu.

General Manager ARTOTEL Gajahmada Semarang Wanda Arief Mahmud mengatakan ARTOTEL mengajak kalangan seniman muda baik seni rupa, seni tari, seni musik dan lainnya untuk dapat menampilkan karyanya.

“Kami membuka diri dan siap menyediakan fasilitas ruang ARTSPACE yang artistik untuk mengajakan para seniman muda baik dari Kota Semarang maupun luar Semarang untuk menggelar karyanya, diskusi, dialog maupun nongkrong bareng di kalangan seniman,” ujarnya saat membuka pameran seni lukis karya Andy Sueb seniman lokal Semarang, Jumat (23/8).

Menurutnya, ARTOTEL berkomitmen akan ikut mendorong kreativitas para seniman, seiring dengan konsep dan fasilitas hotel yang menjonjolkan seni rupa yang ditampilkan pada setiap sudutfasilitas.

Hadirnya ARTOTEl Semarang, lanjutnya, sebagai hotel butik terinspirasi seni pertama di Kota Semarang dengan memiliki misi untuk menerapkan konsep yang diemban brand ARTOTEL yakni mengangkat karya seni para seniman muda kontemporer Indonesia, khususnya yang berada di Kota Semarang.

“Melalui kegiatan pameran seni yang kami selenggarakan secara reguler di ARTSPACE ARTOTEL Gajahmada Semarang bekerjasama dengan tim ARTOTEL Project Series  (APS) dalam mengkurasi tema dan seniman, diharapkan setiap pameran seni dapat mengangkat seni kontemporer Kota Semarang, sekaligus memberikan inspirasi bagi seniman muda untuk semakin giat berkarya dan menampilkan karyanya di ARTOTEL Semarang,” tutur Wanda.

Sementara itu, Andi Sueb seniman muda Semarang yang menggelar pameran tunggal dengan menampilkan sejumlah karya lukisannya di ARTOTEL mengangkat tajuk ‘Blessed Home’. Pameran akan berlangsung mulai 23 Agustus 2019 hingga berakhir 20 Oktober mendatang.

Andy menuturkan tajuk ‘Blassed Home’ menceritakan ruang yang diberkati dan karyanya dalam pameran itu merupakan karya terbaru yang dibuat 2019 dan memiliki narasi yang terkait satu sama lain.

Melalui pameran Blassed Home ini, lanjutnya, diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih jauh mengeni seni lukis sebagai media rekreasi baru yang menarik.

Andy Sueb pria yang lahir di Semarang pada 1990 dan belajar di Unnes pada 2010 jurusan seni rupa, kemudian bergabung dengan komunitas seni kolektif di Semarang yakni ‘Karamba Art Movement’ hingga 2016.

Pengalaman berjejaring bersama komunitas senia membuat Andy Sueb berkembang melalui praktik seni rupa dalam bentuk pameran bersama serta kolaborasi lintas disiplin di berbagai kota.

Pada 2014-2015, Andy pernah membuat ‘Kelas Kendeli’ merupakan kelas seni rupa untuk membantu anak jalanan denan progam seni nonformal. Bahkan 2017 Andy membuat instalasi bernama ‘Layur’ yang merupakan alat musik yang dibuatnya dari bahan baku kayu tua dan dipersentasikan dengan cara dipetik dan digesel. (RS)

 

 

24
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>