Sebarkan berita ini:
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Perayaan Lebaran yang selalu diikuti dengan ramainya arus perjalanan masyarakat pulang kampung ke berbagai daerah di Pulau Jawa, tampaknya akan terhambat di Jateng, mengingat jalur yang dipastikan akan selalu dipenuhi kendaraan yakni Pantura sulit dikatakan sudah siap.

Jalur pantura Jateng yang bakal dipadati arus kendaraan sulit dikatakan siap menerima limpahan kendaraan bermotor, padahal wilayah tersebut jalur tempuhnya relatif paling cepat dibandingkan melalui jalur selatan, mengingat jaraknya lebih pendek juga jalurnya sebagian besar sudah terbagi menjadi empat lajur dan adanya ruas Tol Pejagan-Brebes-Pemalang.

Kepadatan arus kendaraan pasti terjadi karena jumlah pemudik Lebaran 2017 dari berbagai kota besar yang memasuki wilayah Jateng diperkirakan bakal meningkat 7% leih,  yang sebagian besar dengan memanfaatkan transportasi angkutan darat terutama pengguna jalan.

Angkutan darat hingga saat ini masih menjadi pilihan utama pemudik baik itu angkutan bus umum, bus rombongan, kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua yang bakal melonjaknya jumlahnya pada Lebaran tahun ini.

Melalui jalur pantura waktu tempuh perjalanan memang lebih cepat, selain kondisi jalan bisa dikatakan relatif aman dibandingkan jalur selatan, juga jalurnya hampir sebagian besar sudah terbagi menjadi empat lajur serta banyak yang datar.

Selama ini dikenal para pengguna jalan, bahwa melalui jalur pantura akan lebih cepat dan relatif aman dibandingkan dengan jalur selatan yang lebih lama jarak yang harus ditempuh, bahkan perhatian besar dari masyarakat terhadap pantura Jateng akan terulang pada Lebaran ini.

Jalur pantura Jateng memiliki panjang 748,07 km dan belum keseluruhannya (100%) bisa dikatakan baik, karena ada beberapa jalan yang belum selesai dibangun menjadi betonisasi, sehingga sebagai jalur utama transportasi arus Lebaran masih berpotensi terjadi kemacetan.

Jumlah pengguna kendaraan pribadi selama arus mudik 2017 yang memsuki wilayah Jawa Tengah diperkirakan meningkat pesat sampai diatas 7% dari kondisi normal. Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah bahkan memprediksi akan ada lonjakan kendaraan pribadi sebesar 13,90% saat menjelang Lebaran mendtang.

Herbertus Slamet Widodo, Sekretaris Dishub Jawa Tengah mengtakan volume kendaraan bermotor pada mudik tahun ini juga akan melesat naik 18,81% dari kondisi yang sama pada tahun lalu.

“Kondisi itu patut menjadi perhatian serius bagi semua pihak, khususnya dari petugas satuan lalu lintas Dishub,” ujarnya.

Menurutnya, Dishub  telah melakukan berbagai antisipasi guna mengeah terjdinya kemacetan, mengingat tren pengguna kendaraan pribadi bakal terjadi lebih besar ketimbang moda transportasi umum.

83
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>