Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Arus mudik yang melintasi di wilayah Jateng menjelang Lebaran mendatang diprediksikan bakal melonjak 15,91% menjadi sebanyak 9,5 juta pemudik, dari tahun lalu hanya mencapai 8,2 juta orang.

Sekda Jateng Sri Puryono mengatakan  jumlah pemudik Lebaran tahun ini bakal mengalami kenaikan 15,91% dari Lebaran sebelumnya hingga mencapai 9,5 juta orang dan sebagian besar pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mencapai 2 juta unit.

Jalur pantura Jateng yang bakal dipadati arus kendaraan dan sulit dikatakan siap menerima limpahan kendaraan bermotor, padahal wilayah tersebut jalur tempuhnya relatif paling cepat dibandingkan melalui jalur selatan, mengingat jaraknya lebih pendek juga jalurnya sebagian besar sudah terbagi menjadi empat lajur dan adanya ruas Tol Pejagan-Brebes-Pemalang-Batang hingga Semarang, meski sebagian masih fungsional.

Menurutnya, kepadatan arus kendaraan pasti terjadi karena jumlah pemudik Lebaran 2018 dari berbagai kota besar yang memasuki wilayah Jateng terus meningkat dari tahun ke tahun,  yang sebagian besar dengan memanfaatkan transportasi angkutan darat terutama pengguna jalan.

Angkutan darat, lanjutnya, hingga saat ini masih menjadi pilihan utama pemudik baik itu angkutan bus umum, bus rombongan, kendaraan pribadi dan kendaraan roda dua yang bakal melonjaknya jumlahnya pada Lebaran tahun ini.

Melalui jalur pantura waktu tempuh perjalanan memang lebih cepat, selain kondisi jalan bisa dikatakan relatif aman dibandingkan jalur selatan, juga jalurnya hampir sebagian besar sudah terbagi menjadi empat lajur serta banyak yang datar.

Selama ini dikenal para pengguna jalan, bahwa melalui jalur pantura akan lebih cepat dan relatif aman dibandingkan dengan jalur selatan yang lebih lama jarak yang harus ditempuh, bahkan perhatian besar dari masyarakat terhadap pantura Jateng akan terulang pada Lebaran ini.

“Untuk kelancaran arus mudik, kami menyelenggarakan layanan mudik gratis pada 10 Juni 2018 dengan menyediakan armada terdiri 40 unit bus dari Pemprov Jateng, 75 unit dari Pemkab dan Pemkot, Bank Jateng dan lainnya, selain mudik gratis menggunakan kereta api pada 12 Juni 2018,” ujar Sri Puryono.

Arus mudik dan balik Lebaran 2017 lalu, lanjutnya, bisa dikatakan berlangsung lancar, namun untuk 2018 masih banyak yang perlu diperbaiki, di antaranya masih ada angkutan massal yang tidak laik jalan, perlunya pemasangan rambu-rambu, lampu penerangan dan pengamanan di ruas-ruas jalur alternatif.

Dia menuturkan saat tinjauan Lebaran tahun lalu di Purwokerto terdapat beberapa bus yang tidak lengkap. Bahkan ada bus yang kaca spionnya ditali rafia. Kelayakan dan kelengkapan kendaraan pemudik harus diperhatikan demi keselamatan semua.

Terkait pengaturan pemanfaatan jalan tol yang belum beroperasi, akan dilakukan sistem buka tutup sesuai kebutuhan. Penyelesaian jalan tol juga diharapkan dapat dipercepat dengan memperbanyak exit tol, setidaknya exit tol sementara.

Pada mudik Lebaran mendatang, dia menambahkan rencananya akan difungsikan sementara ruas tol Salatiga-Boyolali untuk satu arah. Sementara ruas tol Kartasura-Ngawi akan dioperasionalkan.

Jalur pantura Jateng memiliki panjang 748,07 km dan belum keseluruhannya (100%) bisa dikatakan baik, karena ada beberapa jalan yang belum selesai dibangun menjadi betonisasi, sehingga sebagai jalur utama transportasi arus Lebaran masih berpotensi terjadi kemacetan.

Menurutnya, Pemprov Jateng telah melakukan berbagai antisipasi guna mengegah terjadinya kemacetan, mengingat tren pengguna kendaraan pribadi bakal terjadi lebih besar ketimbang moda transportasi umum. (RS)

 

28
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>