Sebarkan berita ini:

JAKARTA[SemarangPedia] – Satu lagi wadah media kembali hadir, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) telah dideklarasi dari sebelumnya tiga wadah asosiasi media dan tiga organisasi wartawan juga telah lahir.

ASMI diharapkan bisa menjadi mitra bagi Dewan Pers dalam mewadahi anggotanya media media online (siber) yang saat ini jumlahnya diperkirakan mencapai 43.300 media online di seluruh Indonesia.

Dalam satu diskusi yang digelar dalam rangka Deklarasi AMSI di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/4), Ketua Dewan Pers Joseph Adi Prasetyo mengatakan hingg saat ini sudah terdapat empat wadah media dan tiga organisasi wartawan dan diharapkan AMSI bisa menjadi kekuatan baru yang membawahi ribuan media siber.

Dewan Pers menyambut baik kehadiran AMSI, dan mendorong agar segera mendaftarkan diri sebagai konstituen Dewan Pers.

Menurutnya, saat ini banyak media sosial yang mirip dengan media siber yang tidak bertanggung jawab dan menayangkan berita- berita hoax. Dewan Pers dalam waktu dekat akan melakukan verifikasi keberadaan media siber.

“Paling tidak Media online ada tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi seperti kantornya dimana, badan hukumnya ada tidak dan siapa yang bertanggungjawab,” ujarnya.

Banyak media siber, lanjutnya, yang kemudian mengalami masalah dengan menghadapi gugatan dari masyarakat atau pihak lain yang merasa dirugikan dengan pemberitaan yang ditayangkan.

Jika media online itu, dia menambahkan merupakan media resmi dan terdaftar pada Dewan Pers tentunya dapat dikomunikasikan kepada penyidik agar persoalannya ada dalam kewenangan dewan pers.

“Kalau medi online itu abal-abal silahkan aparat memproses menggunakan ketentuan lain seperti UU pidana maupun ITE,” tuturnya.

Diskusi yang mengabil tema Kekeliruan “Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik yang Sehat” itu, menghadirkan pembicara Joseph Adi Prasetyo Ketua Dewan Pers, Brigjend Pol Dr Muhammad Syaeful Imran Dirreskrim Mabes Polri, Weneslaus Manggut Pemimpin Redaksi Kapanlagi.com, dan Agung Yudha dari Tweeter Indonesia serta di moderatori oleh Sapto Pemimpin Redaksi Tirto.co.id.

Pembicara lain dalam diskusi itu adalah Deputi IV Staf Kantor Kepresidenan Eko Sulistyo, budayawan Jaya Suprana, dan pakar komunikasi politik Hendri Satrio. Moderator dalam diskusi itu adalah wartawan senior dan Ketua bidang Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S. Depari.

Ketua Umum AMSI Teguh Santosa muturkan organisasi perusahaan media massa berbasis internet itu telah didirikan pada 21 Maret 2017 lalu. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga juga sudah dicatatkan di notaris dan kini sedang dalam proses pembuatan badan hukum organisasi.

“Kini kami sudah memiliki dan sedang menyusun pengurus di 27 provinsi,” ujarnya.

AMSI didirikan oleh pemilik dan pengelola media siber di Jakarta dan di beberapa provinsi, dengan tujuan untuk membantu perusahaan media siber menjadi profesional, kompeten dan bermartabat.

Selain itu, lanjutnya, juga cara terbaik menyehatkan demokrasi, termasuk memerangi berita bohong dan ujaran kebencian dengan membantu perusahaan media siber bisa profesional, kompeten dan bermartabat.

Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo mengatakan perusahaan media siber yang profesional sangat dibutuhkan untuk membangun pondasi demokrasi yang kuat.

78
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>