Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bertugas harus profesional, kompeten dan mampu menempatkan sebagai pelayan masyarakat, sesuai era saat ini publik sangat membutuhkan kecepatan birokrasi.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Sriyanto Saputro mengatakan ASN harus profesional, kompeten dan mampu melayani publik lebih baik, karena era sekarang sudah tidak ada lagi birokrasi rumit.

“Saat ini eranya sudah berbeda dan trennya positif. Kalau sebelumnya kinerjanya kurang terlalu baik. Dalam menilai kinerja ASN, sebaiknya tetap harus ada reward and punishment yang dikelola Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” ujarnya saat acara Prime Topic yang mengusung tema ‘ASN Penggerak Birokrasi’, yang digelar di Hotel Pandanaran, Senin (19/11).

Posisi ASN, lanjutnya, sangat strategis, bahkan saat proses penerimaan, misalnya, satu lowongan PNS atau ASN diisi seribuan lebih pelamar dan ini menunjukkan peminat untuk menjadi ASN sangat besar, tapi tetap diharapkan hasilnya ke depan ada aparatur terbaik untuk melayani masyarakat.

Menurut Sekretaris DPD Gerindra Jateng itu, kinerja ASN pada 2005 silam netralitasnya masih berupa slogan semata, karena kondisi memang begitu dan dinilai penerimaan PNS masih belum baik, sehingga hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

“Dari tahun ke tahun peminat ASN cukup tinggi sehingga mereka yang mengikuti ujian harus mampu mengalahkan peserta lain untuk bisa lolos menjadi aparatur sipil negara,” tuturnya .

Dalam menilai kinerja ASN, tutur Sriyanto, pihak badan kepegawaian daerah lebih optimal dalam menjalankan fungsinya.

Sementara Sekretaris BKD Jateng Sancoyo Hadi menuturkan saat ini disiplin PNS sudah lebih baik dengan tetap menggunakan sistem kehadiran (absensi) pegawai.

“Sistem kedisiplinan ASN sudah sangat baik, sehingga bisa meningkatkan kinerja birokrasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Sancoyo.

Dosen Fisip Undip Semarang Retno Sunu Astuti mengatakan penggunaan sistem kehadiran yang ketat itu sangat menunjang tingkat kedisiplinan ASN.

Sedang soal reward and punishment, menurutnya, juga bisa menunjang kinerja ASN untuk menunjukkan hasil terbaik.

“Saya kira itu sangat penting untuk semakin meningkatkan kedisiplinan dan kinerja ASN untuk melayani masyarakat,” ujarnya. (RS)

16
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>