Sebarkan berita ini:

21-AMDKSEMARANG[SemarangPedia] – Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Jawa Tengah gencar berupaya mempercepat kompetensi SDM di bidang pengendalian mutu lapangan industri air minum dalam kemasan (AMDK).

Ketua Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Jawa Tengah R Andaru Eko Utomo mengatakan langkah itu dilakukan, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi kepada anggotanya.

Selain itu, lanjutnya, percepatan dilakukan, untuk menghadapi Mutual Recognition Agreement (MEA) yang sudah mulai diberlakukan pada 2016.

Hingga saat ini di Jawa Tengah relatif masih sedikit SDM industri AMDK yang memiliki sertifikasi keahlian maupun keterampilan kerja di bidangnya, termasuk pengendalian mutu lapangan industri AMDK.

“Meski diketahui kebutuhan itu sangat penting, mengingat di era MEA dipastikan sejumlah perusahaan AMDK asing maupun tenaga kerjanya bakal masuk ke Indonesia ikut berebut kue pasar AMDK di dalam negeri yang masih berpotensi sangat besar,” ujarnya, Kamis. (21/4)

Aspadin, dia menambahkan akan mendorong kepada anggotanya untuk lebih bisa memahami dan memiliki kesadaran akan pentingnya peningkatan SDM dengan mengikuti uji kopentensi di bidangnya..

“Hingga saat ini, sudah uji kompetensi dari 21 anggota Aspadin Jawa Tengah semuanya minimal satu SDM yang lulus uji kompotensi di bidang pengendalian mutu lapangan industri AMDK,” tuturnya.

Menurutnya, bisnis air minum dalam kemasan masih bisa tumbuh dua digit, dan optimisme dunia usaha ini tumbuh berkembang setelah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah No. 121 Tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu..

Dia menuturkan payung hukum ini juga memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha dalam pengelolaan sumber daya air. Sejumlah rencana investasi bisa direalisasikan sehingga target pertumbuhan bisa tercapai.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan pemerintah turut melibatkan dunia usaha dan masyarakat dalam membuat kebijakan, termasuk kebijakan pengelolaan sumber daya air. Di antaranya program pelestarian lingkungan telah dijalankan.

Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial bagi negara produsen AMDk lain dengan memiliki jumlah penduduk banyak, termasuk Jawa tengah sehingga memungkinkan impor AMDK bisa masuk ikut bersaing.

“Sekarang Industri AMDK dalam negeri memang masih sulit dan harus bersaing di pasar lokal maupun ekspor, mengingat kebijakan membendung tidak bisa dilakukan. Apalagi MEA sudah diberlakukan, “ujarnya.

Aspadin juga bertugas dengan kewajiban untuk menjadikan pekerja AMDK dapat memiliki standarisasi internasional yang diakui di pasar kerja secara luas di era MEA.

Penerapan sertifikasi uji kompetensi sangat relevan dengan kondisi saat ini dan paradigma ke depan, mengingat masyarakat pekerja idustri AMDK bakal menghadapi persaingan yang semakin ketat di era globalisasi.

 

136
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>