Sebarkan berita ini:

24-jasa-pengirimanSEMARANG – Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jateng akan ikut mengembangkan program Asperindo Logistic Integration Solution (ALIS), sebagai upaya mendorong usaha para UMKM semakin berkembang.

Ketua DPD Asperindo Jateng Budi Paryanto mengatakan program ALIS dari Asperindo Pusat itu diciptakan untuk membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  (UMKM) yang selama ini mengalami kendala pemasaran  produk dan proses distribusi.

“Asperindo saat ini tengah gencar merangkul pelaku UMKM untuk memasarkan produk lokal di pasar nasional. Program ini dikemas melalui Asperindo Logistic Integration Solution (ALIS),” ujarnya, di Semarang, Kamis (24/11)

Menurutnya, melalui sistem itu, seluruh produk lokal dari seluruh penjuru Indonesia akan terlihat pada penjualan melalui internet, kemudian pembeli dapat dengan mudah berhubungan dengan para produsen dari manapun asalnya.

Untuk mengambangkan sistem itu, lanjutnya, Asperindo akan menggandeng pihak ketika dalam hal ini  IT untuk memastikan seluruh proses penjualan berjalan dengan lancar.

Dengan demikian, dia menambahkan seluruh produk UMKM, di masing-masing daerah dapat dipasarkan tidak hanya di daerahnya, namun juga lintas daerah, sehingga marketnya pun semakin luas.

“Kalau bisa dipasarkan lintas daerah keuntungan bisa berlipat ganda,” tuturnya.

Dia meyakini program itu akan mampu membantu para pelaku UMKM, dan akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

“Asperindo telah memiliki banyak anggota yang memiliki komitmen tinggi untuk memajukan sektor UMKM, sehingga kami optimistis program ini akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya kemudahan bagi pelaku UMKM akan mampu meningkatkan daya saing mereka, tidak hanya dipasar lokal daerah namun juga nasional. Bahkan penjualan terintegrasi memudahkan pelaku usaha dan pembeli dalam bertransaksi.

Dia mengatakan saat ini industri jasa pengiriman sebagian berubah menjadi jasa perposan, sehingga diperlukan untuk memberikan pemahaman agar mereka berusaha berjalan terus pada rel benar.

Industri jasa pengiriman, lanjutnya, terdapat tiga kelompok, selain mereka yang memiliki ijin dan bergabung di asosiasi, juga mereka yang memiliki ijin namun tidak bergabung di asosiasi serta mereka tidak punya ijin hingga dikatakan ilegal.

Dia menuturkan untuk menertibkan perijinan industri jasa pengiriman kini pemerintah tengah merevisi UU 38 terkait perijinan usaha di antaranya kewenangan pemberian ijin, dan menghapuskan yang tidak menguntungkan industri serta yang menjadi penghambat pelaku usaha sektor itu.

Polanya, dia menambahkan izin dikeluarkan Pemerintah Pusat dan daerah hanya memiliki peran kontrol di daerah. Tidak bisa dipungkiri memang pasar jasa pengiriman kini semakin meluas.(RS)

112
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>