Sebarkan berita ini:

SALATIGA[SemarangPedia] – Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Semarang mengingatkan kepada penyelenggara siaran radio agar aktif memonitor kualitas pamancar dan peralatan siarannya, menyusul terjadi gangguan terhadap penerbangan pesawat.

Pejabat fungsional pengendali frekuensi radio Balmon Semarang 1 Tanhidul Umam E, ST saat menyampaikan paparan dalam sosialisasi Pengguna Spektrum Frekuensi Radio  di Hotel Laras Asri Salatiga, Selasa (26/3) mengatakan munculnya intermodulasi dan kebocoran pemancar radio sangat membahayakan penerbangan.

“Intermodulasi dan kebocoran frekuensi dapat menutup frekuensi penerbangan yang menjadikan pilot pesawat terbang tidak dapat berkomunikasi dengan menara bandara sehingga tidak bisa mendaratkan pesawat terbang yang dikemudikannya,” ujar Umam

Menurutnya, kebocoran frekuensi bisa terjadi salah satu penyebabnya  karena beberapa peralatan  pemancar radio atau perangkat siaran kondisinya sudah kedaluwarsa.

Oleh karena itu, lanjutnya, kepada para penyelenggara penyiaran radio diingatkan agar aktif melakukan perawatan atau maintenance perangkat-perangkat siaran termasuk pamancar.

Dia menuturkan sedangkan intermodulasi biasanya muncul karena dua pemancar atau lebih yang berada dalam satu tower frekuensinya bocor yang kemudian memunculkan frekuensi baru.

Balmon Semarang Kelas 1 beberapa kali menerima laporan gangguan ini dari otoritas Bandara A Yani Semarang dan langsung ditindaklanjuti dengan memerintahkan pimpinan radio agar memperbaiki perangkatnya.

Seringnya terjadi gangguan, tutur Umam, di jalur penerbangan akibat frekuensi yang bocor dan intermodulasi juga dikarenakan pita frekuensi radio siaran yang posisinya berada di jalur frekuensi 87- 108 FM berhimpitan dengan pita frekuensi jalur penerbangan yang berada dijalur 108 – 137 FM.

Menurutnya, agar tidak saling mengganggu, Balmon mengingatkan semua pengguna frekuensi agar sama-sama memenuhi ketentuan yang ada. Sebagai perangkat Dirjen Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika, Balmon Semarang akan selalu berkoordinasi dengan pengguna frekuensi di daerah. (SMH/RS)

18
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>