Sebarkan berita ini:

PEKALONGAN[SemarangPedia] – Kelompok Mahasiswa penerima beasiswa pendidikan dari Bank Indonesia (BI), atau yang kerap disebut Generasi Baru Indonesia (GenBi) Cabang Tegal Komisariat IAIN Pekalongan, mendapat apresiasi langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Cabang Tegal Joni Marsius lantaran GenBi angkatan 2018/2019 berhasil mengukir Prestasi, dengan masuk 10 besar GenBi terbaik ditingkat Nasional.

Kepala Kantor Perwakilan BI Cabang Tegal Joni Marisius mengatakan apresiasi diberikan dengan pemberian hadiah kepada Ketua GenBi M Fiqi Jamaludin dan para anggotanya, saat kegiatan santunan kepada ratusan anak yatim sekaligus buka bersama dan peresmian Pengurus GenBi 2019/2020, di Hotel Santika Pekalongan, Kamis (23/05).

Menurutnya, dengan diraihnya prestasi tersebut mendorong GenBi untuk terus aktif dan kreatif. Berkarya di masyarakat dengan menjunjung tinggi semangat belajar.

“Mudahan – mudahan prestasi ini bisa terus ditingkatkan, untuk pengurus GenBi selanjutnya, paling tidak bisa masuk lima besar, karena SDM dan kreatifnya tidak jauh berbeda,” ujarnya.

Joni juga menyampaikan terima kasih kepada para Dosen IAIN Pekalongan yang telah mensuport dan membina GenBi Tegal.

“GenBi ini kumpulan anak pintar yang kelebihan energi, sehingga diharapkan mereka terus berkarya di masyarakat dengan tetap mengutamakan studi kuliahnya jangan sampai telat,” tuturnya.

Ketua Genbi periode 2018/2019, M Fiqi Jamaludin menuturkan bangga terhadap prestasi yang telah diukir oleh GenBi Tegal Komisariat IAIN.

“Prestasi ini diperoleh karena kerja keras dan dukungan Pihak BI dan kampus. Tanpa dukungan tersebut, mustahil kita dapat melaksanakan program kerja yang kita canangkan,” ujarnya.

Senada Ketua Genbi terpilih Khoirul Anam mengharapkan dukungan semua pihak agar dapat membawa GenBi mengukir prestasi lebih baik.

Dia mengatakan bakal melakukan sinergi lebih luas dalam menjalan program kerjanya. Salah satunya dalam merealisasikan program kerja unggulannya yakni mencanangkan pemberdayaan masyarakat dengan cara masuk  ke desa.

“Model ini hampir mirip dengan KKN di kampus. Namun kami pastikan agar pemberdayaan lebih dirasakan oleh masyarakat, dan  kami bakal join bareng dengan komunitas di Kota Pekalongan dalam program ini,” tuturnya. (WAN/RS)

49
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>