Sebarkan berita ini:

Bank JatengSEMARANG[SemarangPedia] – Dua direksi Bank Jateng segera diganti dengan personil baru, setelah  proses fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan dan seleksi dari jajaran direksi perseroan rampung dilakukan.

Penetapan dua direksi baru itu, telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan, Jumat (22/4/2016), terdiri Hanawija sebagai Direktur Operasional menggantikan Bambang Widiyanto dan Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah (UUS) Pujiono, menggantikan Agung Siswanto.

RUPS PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng)  2016 menetapkan dua direksi baru untuk periode hingga 2017. Hanawijaya sebelumnya dari Bank Mandiri, sedangkan Pujiono dari internal Bank Jateng.

Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Rizeni Arifin mengatakan posisi direksi itu semestinya berlaku pada periode pada 2014-2017.

“Namun dalam perjalanannya, ada pergantian direksi baru seiring evaluasi dari pemegang saham yang dilakukan setiap tahun,” ujarnya selepas RUPS Bank Jateng 2016, Jumat. (22/4).

Menurutnya, dua direksi terpilih itu telah melalui proses fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan dan seleksi dari jajaran direksi perseroan.

Sebelumnya, dia menambahkan dua direksi Bank Jateng yang diketahui mundur yakni Direktur Operasional Bambang Widiyanto dan Direktur Pemasaran Agung Siswanto. Keduanya resmi diberhentikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin, 27 April 2015.

Pengunduran diri Bambang Widiyanto dilakukan sebelum pelaksanaan RUPS berlangsung atau pada Kamis, 23 April 2015. Sementara, Agung Siswanto diberhentikan saat RUPS karena penilaian kinerja kurang memuaskan.

Sebelumnya manajemen Bank Jateng gencar melakukan agresif untuk mengucurkan kredit pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan berminat  membiayai pinjaman pada proyek infrastruktur.

Bank Jateng yang lahir pada 6 April 1963  itu tetap mampu menunjukkan survive dan terus meningkatkan dalam layanan perbankan,  guna ikut mendorong pergerakan perekonomian dan pembangunan di wilayah Jateng.

Pasang surut perjalanan Bank Jateng, akibat krisis pernah dialami beberapa waktu lalu. Bahkan pada 2005 Bank Jateng mampu keluar dari Program Rekapitalisasi dan mencacat prestasi dan perkembangan usaha yang semakin baik.

 

519
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>