Sebarkan berita ini:

Lapak JoharSEMARANG [SemarangPedia] – Kalangan DPRD Kota Semarang mengindikasikan adanya ‘permainan’ dalam pembangunan relokasi Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang dilakukan Dinas Pasar Kota Semarang hingga bakal merugikan ribuan pedagang dan negara.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta agar uang keamanan dan parkir bagi pedagang direlokasi sementara Pasar Johar itu dihentikan.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan kalangan dewan mencurigai adanya indikasi ‘permainan’ dalam pembangunan relokasi pasar Johar itu, tidak hanya berbentuk KKN, tetapi berbabagai pungutan mulai bermunculan dengan korban para pedagang.

Kecurigaan adanya ‘permainan, itu, lanjutnya, karena Kepala Dinas Pasar tidak cepat mengatasi permasalahan yang timbul di kalangan pedagang yang belakangan semakin resah, namun terkesan justru membiarkan.

“Bahkan Dinas Pasar memaksakan agar jalan rusak diperbaiki oleh pedagang dan bukan kontraktor sebagai penanggungjawab. Tidak itu saja pembagian lapak, pemberian dana bantuan pinjaman dari Bank Jateng kepada pedagang juga tidak jelas kreterianya,” ujarnya usai bertemu dengan Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoto Sardjoko di Balaikota Semarang, Kamis. (21/4)

DPRD, dia menambahkan segera mendesak dinas pasar dan juga kontraktor bersangkutan merealisasikan perbaikan jalan rusak khususnya blok D, E, dan F, mengingat pembangunan jalan itu masih dalam batas masa perawatan tanggungjawab kontraktor pemenang tender.

Dinas Pasar yang meminta pedagang untuk swadaya memperbaiki jalan yang rusak tidaklah realistis, karena mereka baru saja menempati relokasi, tetapi seharusnya itu tanggungjawab kontraktor.

Pembangunan relokasi Johar sejak awal terkesan tidak professional, pada tawap awal proses pembangunan relokasi mulai persiapan perencanaan hingga diresmikan banyak dikeluhkan pedahang.

Proses pengundian lapak masih adanya kongkalikong bahkan saat penempatan pedagang masih  ada kesan semrawut, satu pedagang bisa dapat tigak lapak, ada yang juga hanya satu lapak, meski semula saat menempati pasar Johar lama mereka sudah memiliki jumlah lapak sesuai yang diajukan, namun, kenyataannya pembagian bisa berubah.

Supriyadi menilai tidak hanya relokasi pasar Johar, tetapi hampir semua pasar dinilai tidak beres, di antaranya pasar Jrakah, pasar Bulu, pasar Rasamala, pasar Klitikan, pasar Higienis Rejomulyo dan pasar Penggaron semua tidak ada yang dibangun professional.

Dari hasil evaluasi itu, Dewan segera  mengusulkan adanya mutasi dalam tubuh dinas tersebut. “Harus secepatnya dilakukan mutasi personil-personil di Dinas Pasar. Ini kewenangan Walikota Semarang,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah meminta agar dana keamanan dan parkir bagi pedagang korban kebakaran di tempat relokasi sementara Pasar Johar itu dihentikan.

Selain itu, biaya lain seperti kebersihan juga diminta untuk sementara ini ditiadakan. Semua pihak juga diminta mengerti bahwa aktivitas para pedagang di relokasi masih belum normal.

”Saya ingatkan untuk sementara ini semua biaya, baik tarif parkir, keamanan, dan kebersihan untuk sementara dihentikan dulu,” ujar Walikota..

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi mengatakan pihaknya sudah memerintahkan pada Asisten II untuk berkoordinasi dengan Dishubkominfo, Dinas Pasar, dan Satpol agar selama pedagang yang berjualan belum normal, jangan ditarik tarif apapun yang membebani mereka.

Hendi menuturkan pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk membahas permasalahan yang muncul di kalangan pedagang itu. Langkah itu, dia menambahkan akan semua permasalahan yang memberatkan pedagang segera dibebaskan baik bentuk iuran dan lainnya.

113
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>