Sebarkan berita ini:

20-Sepeda antikSEMARANG[SemarangPedia] – Barang-barang kuno dan antik yang digelar di salah satu stand di arena Jateng Fair 2016 menjadi perhatian pengunjung, dengan cermat mereka melihat semua barang yang dipajang , bahkan jongkok membungkukan badanpun dilakukan hanya untuk melihat benda antik.

Stand barang antik dan kuno itu terdapat di area Balai Merbabu Jateng Fair 2016. Pengunjung dibuatnya penasaran dengan sebegitu banyaknya barang kuno yang di pajang. Ternyata semua pajangan itu milik Abu Lawas.

Abu Lawas pria separuh baya yang cukup nyentrik ini adalah seorang kolektor barang antik. Di Jateng Fair 2016 stand miliknya hadir sebelum penuh untuk memanjakan mata pengunjung.

Pria asli Semarang ini mengaku mulai mengumpulkan barang antiknya sejak masih duduk di bangku SMK dan awalnya hanya meminta sama tetangga, teman dan kenalan untuk barang kuno seperti koin-koinan yang jaman dulu itu dianggap barang rongsokan, sehingga mudah diperolehnya.

Namun, lanjutnya, lambat laun kegemaranya mengoleksi barang antik terus ditekuninya dari awal kerja hingga saat ini telah memiliki cukup banyak barang-barang kuno itu.

28-AntikuikSetelah mendapat pekerjaan dan penghasilan mulailah memburu ke berbagi daerah untuk mendapatkan barang antik kuno kegemarannya. Sedikit demi sedikit terkumpul dan akhirnya cukup banyak didapat dan kini disimpan rapi di rumahnya.

Semua koleksi barang antik yang dimiliki, hampir didapatknya dari Semarang. Saking banyaknya, dia mengaku rumah pribadinya seolah menjadi museum dan galery barang antik.

“Saya orangnya menjemput bola, door to door mencari barang barang antik yang bisa di beli atau dibarter. Barang paling antik yang saya miliki yaitu korek api kuno yang ada sejak 1.800-an,” ujarnya

Beragam benda kuno dan antik terpajang, mulai koin jaman kerajaan sampai penjajahan, keramik, gelas cangkir, lampu dan masih banyak lainya yang membuat pengunjung heran melihatnya.

Abu tidak segan pula membantu memberikan penjelasan jika pengunjung bertanya soal barang antik pajanganya

“Disini tidak sekedar pameran, kalau ada orang yang mau menawar salah satu barang antik, saya lihat dahulu. Sekiranya barang itu dimata saya bisa dilepas, saya lepas,” tuturnya. (RS)

541
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>