Sebarkan berita ini:

15- Handika-Lintang-SaputraSEMARANG[SemarangPedia]  РBasuki Raharjo (43), orang tua Handika Lintang Saputra (21) mahasiswa Indonesia yang ditahan pemerintah Turki karena tuduhan masuk kelompok Fethullah Gulen semakin resah, karena kabar nasib puteranya kian tidak jelas. Bahkan dari Kantor Kedutaaan Besar RI (KBRI) pun tidak memberitahukan.

“Akhir-akhir ini, KBRI belum memberitahu. Biasanya kita komunikasi dengan KBRI lewat pesan WhatsApp dan SMS. Tapi hingga sekarang belum ada kabar lagi,” ujar Basuki, Senin (15/8).

Menurutnya, informasi itu terputus akibat meletusnya kudeta militer Turki. Situasi itu kian memicu kekhawatiran kepada Lintan atas tuduhan masuk kelompok organisasi itu.

Bahkan, lanjutnya, informasi yang diperoleh atas nasib anaknya masih menunggu proses pengadilan. Meski begitu, komunikasinya tersendat akibat kantor-kantor di sana tutup semua, termasuk pengadilan.

“Yang jelas kami semakin khawatir dengan kondisi L:intang, ” ujar warga RT 04/RW III, Dusun Wintaran, Sukoharjoo, Wonosobo itu.

Terakhir, pihak keluarga mendapatkan informasi kabar sang anak pada 15 Juli 2016. Melalui surat, Handika mengabarkan tentang kondisinya selama ditahan oleh pemerintah Turki. Di negara Turki, Handika telah didampingi seorang pengacara yang ditunjuk KBRI.

“KBRI sampai saat ini katanya juga belum bisa menemui anak saya. Pemerintah di sana belum mengizinkan katanya, ” tutur Basuki.

Handika merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Basuki Raharjo (43) dan Supartiningsih (41). Alumnus SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang itu, merupakan mahasiswa yang dikenal cerdas.

Di Turki, Handika  mendapat beasiswa S1 di Universitas Gaziantep lantaran beberapa kali menjuarai Olimpiade Matematika. Penahanan terhadap Handika dilakukan hanya sepekan sebelum kudeta militer yang digagalkan pemerintah Erdogan.

Basuki pun mengaku terpukul dengan situasi Turki yang masih bergejolak, hingga membuat masa depan putra kesayangannya itu terancam musnah. Saat ini keluarga hanya bisa pasrah dan berharap putra kesayangannya bisa segera bebas dan pulang ke Indonesia.

“Saya tak percaya dia terlibat tindakan seperti itu. Karena dia anaknya tidak neko-neko dan niatnya ke sana cuma buat belajar,” tuturanya. (RS)

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>